YOGYAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Tim putra Palembang Bank SumselBabel secara meyakinkan menekuk Jakarta BNI 46 3-0 (30-28, 25-23, 25-21) pada hari terakhir seri pertama putaran pertama Proliga 2019, di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu (9/12).

Pada set pertama, tim putra Jakarta BNI 46 tampil mendominasi dan memimpin poin 9-7, namun, tim Palembang Bank SumselBabel bermain ngotot hingga berhasil mengejar ketinggalan poin dan terus menyamakan poin 23-23. Meski terus berkejaran poin Palembang Bank SumselBabel akhiri set pertama dengan 30-28.

Memasuki set kedua Jakarta BNI 46 pun terus melakukan kesalahan bahkan dipoin kritis pun, sehingga Palembang Bank SumselBabel terus memimpin hingga 20-16, dan dengan mudah mereka mengakhiri set kedua 25-23. Sementara set ketiga anak asuh dari Samsul Jais pun tak mampu mengembangkan permainan sehingga angka terus tertinggal dan harus mengakui keunggulan dari Bank SumselBabel.

“Alhamdulillah kita diberi kemenangan, ini karena kekompakan tim, dibandingkan dengan yang pertama saat lawan Samator, kalau dilihat kita masih sendiri-sendiri, dan saat ini kita kompak, itu jadi kunci kita. Yang pertama komunikasi, masalah kita itu pemain asing dari Kuba (Alfredo Zequeira Cairo) dia tidak bisa bahasa Inggris jadi memakai bahasa isyarat, itu kendala kita tapi gimana caranya kita harus tutupi kendala itu,” ujar Bagus Wahyu Ardinto, Kapten tim Bank SumselBabel, usai pertandingan.Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang berolahraga dan lapangan basket

Sementara itu, mengenai evaluasi Pelatih Bank SumselBabel Pascal Wilmar mengatakan bahwa setelah pertandingan seri pertama ini pasti ada evaluasi untuk pertandingan seri kedua. Dan setelah melihat permainan di Yogyakarta ini pun bisa menjadi kunci para tim lain untuk mempersiapkan pertandingan kedepan.

“Di seri kedua di Gresik semoga kita bisa memenangkan pertandingan, saya sih menganggap semua tim kuat ya. Jangan meremehkan ya, hampir sama seperti kemarin Jakarta Pertamina Energi, kita nggak tau maksudnya mungkin dianggap remeh lawannya, tapi begitu mereka fight kebingungan, jadi kami anggap semua musuh itu berat, jadi kita harus fokus dan tekan lawan,” kata Pascal Wilmar.

Berbeda dengan tim lawan, pelatih Jakarta BNI 46, Samsul Jais mengakui bahwa anak asuhnya memang lebih banyak melakukan kesalahan dan lawan memang bisa bermain lebih bagus. Dan mungkin lawan bermain lebih siap dan in, sehingga dari bola-bola yang dilancarkan Jakart BNI 46 dikalahkan dengan mudah.

“Sebenarnya cenderung kalau masalah beban atau takut di olahraga itu ada yakin saya. Namun itu tidak terlalu masalahnya itu karena kita terlalu sering melakukan kesalahan dibola pertama atau servis. Kita tujuh kali buat servis, bayangkan dengan poin 30-28 kita memberi tujuh poin percuma ke lawan, makanya ini yg jadi kelemahan kami di awal-awal pertandingan ini kita tahu dan bagus bagi kami dan untuk kerja keras kedepannya,” imbuh Samsul Jais.

“Memang lawan lebih bagus dari kita, diawal-awal memang sebenarnya kita sudah bisa memimpin. Tapi kelemahan kita di servis sama blok, ini mungkin bahwa Proliga, pertandingan tadi belum berakhir segalanya, kami berdoa meminta yang terbaik, dan ini jadi bahan evaluasi kami, kekalahan dan kekurangan ini bisa jadi karunia, bahwa kita harus bekerja keras untuk menutupi kekurangan tadi,” ungkap Samsul Jais.TOR-10/-05

TINGGALKAN KOMENTAR