JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Menteri Sosial Agus Gumiwang menyambut positif penyelenggaraan Garuda Super Cup International Youth Torunament 2019 kategoti usia 8, 10 dan 12 tahun yang berakhir Minggu, (6/1) di Bumiperta, Cibubur.

Kejuaraan yang diikuti 66 tim yang berasal dari berbagai daerah diantaranya Sulewasi< Lampung, Jateng dan Jabodetabek itu, menurut Agus Gumiwang sangat strategis untuk pengembangan dan pembina sepak usia muda.Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang tersenyum, orang berdiri dan luar ruangan

Penulis bersama Agus Gumiwang (Foto/Taufik Panji Alam)

Namun Agus Gumiwang yang juga pemerhati sepak bola itu menilai dalam pembinaan usia muda ini peran wasit menjadi sangat penting.”Wasit merupakan salah satu instrumen penting dalam upaya peningkatan kualitas pembinaan sepak bola usia muda. Karena wasit akan menjadi perpanjangan tangan federasi dalam upaya sosialisasi aturan permainan,”kata Agus.

Dalam kejuaraan ini, Sekolah Sepakbola (SSB) asal Bogor Cikeas Junior tampil sebagai juara pertama untuk kategori usia 8 tahun, kemudian diikuti tim SSB asal Bandung Swasco di posisi kedua dan SSB. Star Slection di urutan ketiga.

Sementara untuk katagori usia 10 tahun juara pertama SSB Pelita Jaya Soccer School. Posisi kedua direbut SSB Asiana dan juara Ketiga Bandung Pro United. Untuk katagori usia 12 tahun juara pertama SSB Bintang Garuda Soccer School, kemudian diikuti SSB. Victory juara kedua dan Babel Big Star di posisi ketiga.

Agus Gumiwang menambahkan bahwa dalam kejuaraan ini tak semata mencari tim juara karena esensinya adalah bagaimana para pemain muda usia ini sudah terbiasa dengan suasana kompetisi serta penerapan aturan main.

Oleh karenanya, Agus minta pengelolaan kejuaraan ini harus betul-betul menerapkan regulasi dan aturan permainan yang jelas.”Intinya, penyelenggara harus profesional agar kepercayaan tim peserta bisa terjamin,”tambahnya.

PSSI atau Federasi seperti dikatakan Agus,  harus melihat setiap tournamen atau event besar seperti ini agar pembinaan pemain muda juga bagian dari programnya. Dan yang paling penting adalah, kesampingkan politik dari sepakbola.

Pada acara pembukaan dihadiri Ketua Asosiasi Provinsi ( Asprov) PSSI DKI Jakarta Uden Kusuma, PT Tiga Warna Sport, Anas, Perwakilan dari BRI, Teguh dan Exco GSC 2019 Mas Anas. (Taufik Panji Alam)

TINGGALKAN KOMENTAR