JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB.PJSI) mengakui hasil atau pencapaian cabang olahraga judo di Asian Games 2018 lalu tidak sesuai harapan. Pada pesta olahraga antarbangsa se-Asia itu, para atlet judo Indonesia memang gagal memperoleh medali.

”Saya kira semua cabang olahraga punya keinginan kuat merebut medali di Asian Games 2018 lalu. Namun jujur kita akui bahwa peta kekuatan judo dunia ada di Asia. Jepang, Kprea, Mongolia dan negara-negara pecahan Rusia menampilkan atlet kelas dunia,”kata Sekjen PB.PJSI Mayjen TNI Bachtiar Utomo dalam jumpa wartawan di Gedung Bulog, Jakarta, Jumat, (18/1).Gambar mungkin berisi: 1 orang, tersenyum, berdiri dan pakaian

Irwan Prakarsa (Foto/Olii)

Bachtiar kemudian menuturkan persiapan judo menghadapi Asian Games 2018 cukup panjang. Selain menjalani pelatnas di dalam negeri, para atlet juga digembleng di Jepang, Korea dan Uzbekistan.

”Jadi tak benar PJSI tak berbuat apa-apa. Namun demikain PJSI menjadikan hasil yang tidak sesuai harapan di Asian Games 2018 itu sebagai bahan evaluasi untuk pembenahan. Yang pasti pada tahun 2019 ini, PJSI akan berupaya untuk menyiapkan atlet terbaiknya guna menghadapi SEA Games di Filipina dan kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang,”kata mantan Pangdam Wirabuana itu.

Khusus SEA Games 2019, target PJSI mempertahankan gelar juara umum dengan membidik 2 atau 3 medali emas. Peta kekuatan judo di kawasan Asia Tenggara pun seperti dikatakan Bachtiar sudah merata. Tak ada lagi dominasi satu negara.

Terkait pembinaan jangka panjang, PJSI akan fokus pada atlet usia muda antara 15 sampai 16 tahun. Hal itu dilakukan agar proses regenerasi atlet berjalan mulus.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) PJSI, Irwan Prakarsa menambahkan untuk menghadapi SEA Games dan kualifikasi Olimpiade, pihaknya akan menyiapkan atlet lapis satu dan lapis dua.

Dengan model pelatnas seperti itu, para atlet dipacu untuk meningkatkan prestasinya.”Jadi ada persaingan sehingga yang terpilih membela timnas adalah mereka yang terbaik,”papar mantan judoka nasional era 1980-an itu.

Baik Bachtiar maupun Irwan sepakat dengan pembinaan jangka panjang diyakini judo Indonesia akan mampu bersaing di tingkat Asia. Terakhir prestasi terbaik judo Indonesia di Asian Games adalah medali perunggu melalui judoka putri Pudjawati Utama (almarhumah) pada Asian Games 1990 Beijing, Cina. TOR-08

 

TINGGALKAN KOMENTAR