JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Sukses cabang pencak silat merebut 14 medali emas di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang menjadi momentuk untuk memperjuangkan cabang olahraga ini untuk dieksebisikan di Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang. Jika pencak silat masuk dalam eksebisi Olimpiade ini maka kesempatan untuk dimainkan secara resmi di pesta olahraga terbesar di dunia itu sangat terbuka.

Menpora Imam Nahrawi mengatakan hal itu saat menerima Pengurus Pusat Seksi Wartawan Olahraga (PP.Siwo) PWI di Lantai 10 Gedung Gerbang Pemuda Senayan Jakarta, Senin, (28/1).

Menurut Menpora, merupakan sejarah besar bagi Indonesia kalau cabang pencak silat dimainkan secara resmi di Olimpiade.”Namun untuk mengarah ke sana tentu butuh perjuangan dan lobi-lobi tingkat tinggi,”kata Imam.

Oleh karenanya, Menpora mendorong Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB.IPSI) dan Persatuan Silat Internasional (Persilat) untuk melobi pihak tuan rumah Olimpiade 2020 yakni Tokyo, Jepang.

Lobi yang akan dilakukan pun, lanjut Menpora, harus sistimatis dan terkoordinasi dengan baik melaui jalur organisasi keolahragaan maupun pemerintahan. Khusus jalur pemerintahan, bisa melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan jalur diplomat lainnya.Sementara untuk jalur keolahragaan selain IPSI dan Persilat juga Komite Olimpiade Internasional (KOI), OCA dan IOC.

”Yang pasti untuk mengkampanyekan pencak silat masuk Olimpiade memang tak bisa hanya dibebankan kepada IPSI saja tapi harus melibatkan semua elemen pemerintahan termasuk swasta,”tambah politisi PKB ini.

Persilat sendiri kini sudah memiliki sekitar 72 negara yang sudah tersebar di semua benua. Pencak silat makin berkembang ke berbagai manca negara berkat peran tokoh pencak silat dunia Eddy Marzuki Nalapraya.

Eddy yang juga mantan Ketua Umum PB.IPSI dan Presiden Persilat itu sejak awal 1990-an memperkenalkan pencak silat ke manca negara.

TINGGALKAN KOMENTAR