Supandi bersama Ketua SIWO PWI Pusat AAGA Ariwangsa dan Wakil Ketua Panpel Golden Award SIWO PWI 2019 Azhari ”Hans” Nasution (Foto/OLII)

SURABAYA-(TribunOlahraga.com)

Supandi Kusumah, tokoh wushu nasional asal Medan, Sumatera memang layak dan pantas mendapat penghargaan sebagai pengabdi olahraga seumur hidup dari Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Pusat pada Golden Awards 2019 di Grahadi Surabaya, Jatim, Jumat, (8/2) malam.

Penghragaan untuk kategori Lifetime Achievement (Pengabdian Seumur Hidup) itu diterima Supandi langsung dari Ketua Umum PWI Pusat, Atal Sembiring Depari. Selain Supandi tokoh lainnya yang mendapatkan penghargaan serupa adalah Jenderal TNI (Purn) Wismoyo Arismunandar (mantan Ketua Umum KONI Pusat), Eka Putra Wirya (pendiri Sekolah Catur Utut Adianto), Wiem Gomies (mantan petinju peraih dua medali emas Asian Games 1970 dan 1978 Bangkok), Aswin Bahar (mantan pebalap nasional), Abdul Ghafur (mantan Menpora) dan AM Hendropriyono (mantan Ketua Umum Persatuan Judo Seluruh Indonesia).

Supandi mengaku bangga dan terharu karena SIWO PWI Pusat masih mengingat dan mengapresiasi dedikasi dan pengorbanannya dalam mengembangkan dan memajukan wushu di Indonesia.

“Terimakasih kepada SIWO PWI Pusat. Meski saya tidak lagi di PB tetapi SIWO PWI Pusat masih tetap mengingat saya. Saya bangga dan terharu,” kata Supandi.

Meski tak lagi aktif di PB, namun kecintaan Supandi kepada wushu tidaklah berkurang. Penyandang DAN VIII internasional ini tetap peduli pada kemajuan wushu Indonesia.

“Kita patut bersyukur karena pada Asian Games 2018 kemarin, wushu dapat mempertahankan raihan emas setelah keberhasilan Juwita Niza Wasni pada Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan,” ujarnya.

“Namun kita harus bekerja lebih keras dalam menjalankan pembinaan atlet. Selain fokus meningkatkan kualitas teknik atlet, kita juga harus memperhatikan kepribadian atlet. Mereka harus diajarkan untuk menjaga etika,” imbuhnya.

“Sekali lagi terimakasih kepada SIWO PWI Pusat untuk penghargaan ini. Selama SIWO PWI Pusat membutuhkan tenaga saya khususnya untuk kemajuan wushu Indonesia, saya siap membantu,” pungkasnya.

=Totalitas Supandi=

Master Supandi Kusuma memang layak mendapat penghargaan Lifetime Achievement. Karena Supandi telah membuktikan totalitasnya dalam mengembangkan dan memajukan wushu di Indonesia. Mencurahkan seluruh hidupnya untuk menghidupkan dan menggerakkan pembinaan wushu di Tanah Air. Berkat kerja keras dan dedikasinya yang luar biasa, Supandi berhasil mengangkat derajat wushu, dari cabor yang tidak populer dan minim prestasi menjadi cabang olahraga yang digemari masyarakat dan andalan Indonesia untuk mendulang medali emas di ajang multi event internasional seperti SEA Games dan Asian Games.

Selama 12 tahun (2005 sampai 2017) memimpin Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Supandi tidak hanya berhasil mempersembahkan prestasi membanggakan namun juga sukses melahirkan atlet-atlet berprestasi seperti Lindswell Kwok, Juwita Niza Wasni dan lainnya.

Tercatat ada 98 emas, 96 perak dan 114 perunggu yang berhasil direbut para pewushu Indonesia di berbagai kejuaraan wushu internasional selama masa kepemimpinan Master Supandi Kusuma.

Di tangan Supandi, wushu berkembang pesat di Indonesia. Ditandai dengan semakin banyaknya Pengprov WI di berbagai penjuru Tanah Air.

Tak hanya itu, berkat kepemimpinan Supandi, Indonesia juga semakin dipandang oleh federasi wushu dunia, IWUF dan mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Wushu Yunior pada 2008, Kejuaraan Dunia Sanda dan Kejuaraan Dunia Wushu Senior pada 2015.

Penghargaan Lifetime Achievement dari SIWO PWI Pusat ini semakin menambah panjang daftar penghargaan yang telah diterimanya. Baik di tingkat nasional maupun internasional. antara lain, Antara Sumut Award 2010 di Medan dan KONI Award 2014, penghargaan dari Federasi Wushu Asia (WFA) pada 2017 atas dedikasi dan pengabdiannya terhadap perkembangan dan kemajuan olahraga beladiri asal Tiongkok ini di Asia. Dan penghargaan dari federasi wushu dunia, IWUF saat Indonesia menjadi tuan rumah Kejuraan Dunia Wushu Tahun 2015.TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR