JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

DANIEL Dubois, petinju kelas berat berusia 21 tahun kelahiran Greenwich, London, tak begitu ambisius untuk dengan cepat menjadi juara Dunia –meski ia melihat ada lawan-lawan menarik seperti Tyson Fury, Deontay Wilder, dan Anthony Joshua.

Dubois, ingin menaiki anak tangga menuju puncak satu per satu. Selangkah demi selagkah.

“Ini tahun untuk saya dan saya menginginkan nama besar,” kata petinju yang baru mengukir rekor 9-0, 8KO.

Pada 8 Maret, Dubois akan menguji kembali kemampuannya melawan Razvan Cojanu, petinu Rumania berusia 31, atau 10 tahun lebih tua darinya, di Royal Albert Hall.

“Saya berikan 100 persen dan akan kita lihat di akhir tahun di mana saya akan berada. Saya ingin menjadikan tahun ini tahun yang positif.”

“Saya kira saya tak terlalu jauh dari petinju-petinju terbaik kelas berat yang ada saat ini,” ia menambahkan. “Dengan sedikit penyesuaian dan, tak tergopoh-gopoh serta tetap berpijak di bumi juga realistis mengenai situasi di mana saya berada, saya percaya skill saya akan membawa saya bahkan lebih dekat ke pertarungan dengan nama besar.”

“Saya benar-benar tak jauh berada di belakang,” kata petinju yang bicaranya lembut namun tegas ini. Ia juga mengatakan, dengan tampil produktif melawan petinju-petinju yang benar, akan mendorongnya berada di atas ring dengan nama besar yang ada saat ini.

Dubois gagal menambah rekor 10-0 karena sakit jelang duel melawan Cojanu pada Desember. “Itu hampir selalu terjadi pada Desember,” katanya lagi. “Mungkin saya tak melakukan penyesuaian dengan baik pada perubahan cuaca lalu virus menyerang saya.”

“Itu bukan sekadar flu, itu virus dan apapun jenisnya itu mengerikan.”

“Mengecewakan gagal bertarung, tapi istirahat mungkin memang lebih baik. Sakit itu membuat tangan saya beristirahat.”

“Kini saya kembali dan lebih baik dibandingkan tahun lalu.”.TOR-05

TINGGALKAN KOMENTAR