PADANG-(TribunOlahraga).
FUTSAL Sumatera Barat adalah sejarah. Ketika cabang sepakbola dalam ruangan ini pertama kali digelar pada pentas Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 di Riau, pasukan Ranah Minang sukses meraih medali emas. Emas pertama cabang olahraga yang juga pertama kali digelar di PON.
Sejarah itu juga dicatat oleh Museum Rekor Nasional (MURI) Indonesia. Di gedung itu pula terpampang foto Tim Futsal Sumatera Barat sebagai provinsi pertama yang meraih medali emas pesta olahraga empat tahunan itu.
Tetapi, seperti dikatakan Ketua Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Sumatera Barat, H. Yasman Yanusar kepada Tribunolahraga.com,  ia tak ingin sekedar pembuat sejarah, tetapi juga punya keinginan untuk menambah sejarah itu.
Diakui, upaya untuk memperpanjang rekor tersebut sudah dilakukan empat tahun berikutnya di Jawa Barat. Tapi sayang, pasukan urang awak ini hanya mampu sampai di babak penyisihan, setelah kalah bersaing dengan Jawa Timur, DKI Jakarta pada babak penyisihan grup.
Tahun depan, ajang itu kembali dibuka di Papua. Tetapi langkah untuk sampai ke provinsi paling Timur Indonesia itu tak lagi semudah dua kali PON sebelumnya.
Tampil di Riau lewat persaingan bebas usia. Bermodal beberapa kali juara turnamen besar di Indonesia, Randy Akang Satria Mushar, tampil perkasa di Bumi Lancang Kuning itu. Tak terkalahkan dari babak penyisihan grup sampai final dengan menekuk Tim Ibukota, DKI Jakarta dengan skor 6-4.
Kemudian lolos dengan tiket wilcard pada PON berikutnya bersama tuan rumah Jabar. Tapi sayang, persiapan yang memang kurang maksimal, raupan medali emas diteruskan tuan rumah Jabar, yang pada pada PON Riau dikandaskan Sumbar di babak semifinal lewat perjuangan yang amat dramatis.
Kini, pada 2020, Futsal Sumbar harus memulai dari bawah. Mesti mengikuti babak Pra PON yang akan digelar pada bulan-bulan terakhir tahun ini. Dan hanya ada 10 tiket yang akan diperebutkan, setelah dua tiket lainnya menjadi milik Jabar dan tuan rumah Papua.
Artinya, persaingan untuk sampai ke Papua butuh keseriusan dan perjuangan yang sangat berat. Masih ada 32 provinsi lainnya yang punya ambisi sama. Sama-sama ingin merebut tiket PON ke Papua.
Menyadari beratnya langkah dan sulit jalan yang harus dilalui, Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Sumbar,  mencoba mengambil start lebih awal dengan memulai TC Pra PON pada minggu pertama Maret 2019.
Sebanyak 30 pemain yang lolos seleksi tahap awal dari 56 pemain yang ikut, akan menjalani TC berjalan sampai Mei mendatang. Setelah itu sejumlah pemain kembali tergusur menjadi 20 pemain. Sebelum akhirnya ditetapkan menjadi 14 pemain sebulan sebelum  jadwal Pra PON.
AFP Sumbar, seperti ditambahkan H. Yasman, pihaknya sudah menetapkan pelatih Adrian Andika sebagai pelatih kepala dibantu dua Asisten pelatih fisik dan kiper.
“Selain tim pelatih, AFP juga meminta kesediaan pelatih asal Malaysia, Qusmaini Noer Rusli sebagai Direktur Teknik Tim Pra PON Futsal Sumbar. Dengan harapan kita bisa kembali ke pentas nasional paling bergengsi itu, dan sekalin kita harapan untuk mengukir sejarah kedua di  Bumi Cendrawasih nantinya,” harap ketua AFP yang akrab disapa Pak Haji itu. (Yosrizal/TOR-10)

TINGGALKAN KOMENTAR