JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Persaingan dalam Turnamen Futsal Antarunit di Lingkungan Kemenpora yang berlamgsung Jumat, (1/3) ini di Lapangan Futsal Kemenpora Senayan Jakarta dipastikan bakal ketat. Even yang diselenggarakan Kemenpora Soccer Community (KSC) tersebut, diikuti sebanyak 15 tim.

Adapun 15 tim yang bakal bersaing dalam turnamen untuk menjalin silaturahmi itu adalah Deputi 4 PP ITKON,  Sekuriti Kemenpora, LPDUK, Biro Roren Ins, Deputi 2,  Biro KRT,  RSON,  Biro Humas dan Hukum, INAPGOC, Journalist Kemenpora FC, TU Menteri, Deputi 3,  PP PON,  BRI KC Palmerah, Deputi 1. 15 Tim ini dibagi dalam tiga grup.

Yang menarik, semua tim perserta berambisi menjadi yang terbaik dalam turnamen ini. Dewan Pembina Journalist Kemenpora FC, Anwar Sadat, meyakini jika para pemainnya mampu tampil ciamik dan berprestasi.Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang tersenyum, orang berdiri

“Materi pemainnya bagus-bagus, bisa saling melengkapi dan memiliki semangat tinggi untuk juara. Mereka terlecut dan ingin seperti Timnas U-22 yang baru saja juara Piala AFF. Tentunya ini menjadi modal yang bagus dan saya serta Presiden FOSSBI, Zuchli Imran Putra, siap selaku mendukungnya,” terang Anwar yang juga sebagi Sekretaris Umum (Sekum) FOSSBI (Forum Sekolah Sepak Bola Indonesia) Indonesia, operator Kompetisi U-12 Piala Menpora Imam Nahrawi.

Dikatakannya lagi, Kemenpora RI sesuai dengan bidangnya, di olahraga sangat memberikan semangat dan terus mengajak seluruh pihak untuk berolahraga, baik itu di kalangan luar maupun di kalangan terdekat. “Semangat juara selalu digelorakan Kemenpora,” katanya.

“Dengan wadah ini, akan menjadi lebih semangat dan termotivasi serta menjadi ajang silaturahmi kekeluargaan yang dibangun lewat program ini. Program ini akan menjadi pilot percontohan dan menjadi arah buat di daerah untuk membentuk sebuah komunitas di kalangan instansi pemerintahan beserta kolega-koleganya,” tuturnya.

Lebih jauh dikatakan Anwar Sadat, semua pihak berharap Kemenpora RI selalu menjadi lini terdepan dan naungan mendukung kegiatan-kegiatan olahraga. “Semoga sukses pelaksanaannya. Tim kami dan semuanya juga bisa tampil sportif, fair play dan selamat,” tukasnya.

Sebagai catatan, kompetisi yang diemban FOSSBI tersebut merupakan salah satu program unggulan Kemenpora di bawah pemimpinan Imam Nahrawi. FOSSBI mendapatkan mandat untuk menjalankan satu dari tiga kompetisi kelompok usia milik Kemenpora. FOSSBI kini menjadi operator khusus untuk kompetisi U-12.

Pelaksanaan kompetisi di kelompok usia tersebut terbilang sulit, karena dianggap sebagai pondasi dan harus berkontribusi pada pengembangan sepak bola Indonesia.

Dari tahun ke tahun, perkembangan Piala Menpora di FOSSBI sudah sangat signifikan. Bahkan mereka yang ikut di Piala Menpora selalu mampu tampil bagus di ajang Internasional. Selain itu, beberapa kali jadi juara, dari liga-liga ini menjadi bahan pantauan federasi sepak bola Indonesia untuk masuk ke Timnas sesuai levelnya. Tak hanya U-12, Kemenpora juga konsisten menggelar turnamen pada level U-14, U-16 dan level mahasiswa.

Sementara itu, Ketua Panitia Jumakir menerangkan selain untuk kebugaran jasmani, kegiatan ini digelar untuk mempererat silahturahmi, meningkatkan produktifitas kerja dan seleksi pemain untuk ajang Pornas Korpri. Sebanyak 15 tim juga sudah dibagi dalam tiga grup, yakni A, B dan C (per grup diiisi lima tim). Yang berhak lolos ke babak delapan besar adalah juara dan peringkat kedua dari setiap grup dan ditambah dua tim peringkat tiga terbaik.

Dalam turnamen ini juga ditekankan untuk menjunjung tinggi sportifitas, fair play. Apalagi kalangan media menjadi garda terdepan dalam mengawal kejujuran dalam dunia olahraga.Makanya dalam turnamen ini juga diantisipasi adanya permainan  jauh dari semangat fair play misalnya jual beli pertandingan.

Hasil Drawing:
Grup A
1. Deputi 4 PP ITKON
2. Sekuriti Kemenpora
3. LPDUK
4. Biro Roren Ins
5. Deputi 2
Grup B
1. Biro KRT
2. RSON
3. Biro Humas dan Hukum
4. INAPGOC
5. Journalist Kemenpora FC
Grup C
1. TU Menteri
2. Deputi 3
3. PP PON
4. BRI KC Palmerah
5. Deputi 1.TOR-06

TINGGALKAN KOMENTAR