Pongky Rivawanto (kiri) Direktur PT. Pesta Bola saat temu media di Kuta, Senin (18/3/2019)-( Foto/Yan Daulaka)

BADUNG-(TribunOlahraga.com)

Setelah memanjakan mata para penikmat gelaran sepakbola bergengsi sejagat, Piala Dunia 2018 lalu, kali ini ditahun 2019, pemegang lisensi hak siar Pesta Bola kembali dipercaya menjadi garda terdepan menyiarkan siaran sepakbola Europe Champions Liga (UCL) 2019. 
PT PestaBola pun memberikan ijin kepada puluhan hotel, perusahaan atau tempat usaha, seperti kafe atau area publik lainnya sebagai area komersial.

Di Bali sendiri, hingga saat ini sudah 80 persen tempat usaha yang sebagian besar hotel dan restoran mengajukan izin menyiarkan UCL, mulai dari babak perempat final hingga final kepada PT Pesta Bola selaku pemegang lisensi siaran tersebut.

“Jumlah itu yang sudah masuk catatan kami sampai saat ini. Mereka memang sudah melakukan registrasi untuk menyiarkan langsung Liga Champions saat ini kepada kami, yakni PT. Pesta Bola, yang memegang lisensi siaran langsung di Indonesia di bawah PT. Futbal Momentum Asia (FMA) selaku pemegang lisensi tunggal untuk siaran langsung Liga Champions tersebut.” ungkap Direktur Utama PT. Pesta Bola, Pongky Rivawanto didampingi Senior Sales manager Total Sport Blast (TSB), Rizal Rahmat, Senin (18/03/2019) di Kuta.

Pongky juga menjelaskan, jika Bali memiliki penonton besar di Indonesia untuk melihat siaran langsung untuk Piala Dunia dan Liga Champions. Dan itu diakuinya dilakukan selain di daerah komersial terbuka, juga di dalam seperti, kafé, hotel, restoran atau tempat lainnya.

“Karena di Indonesia banyak penggemarnya itulah, untuk izin siaran langsung di Indonesia biayanya cukup mahal. Bahkan biaya itu sebanding dengan biaya di 7 negara Asia Tenggara yang dijadikan satu,” tambah Pongky.

Demi mengantisipasi jangan sampai ada pelanggaran terkait nonton bareng di tempat komersial tersebut, pihaknya terus melakukan sosialisasi terus menerus ke pihak-pihak terkait terutama pihak pelaku pariwisata juga di dalamnya.

Sementara itu Rizal Rahmat menambahkan, khusus untuk TSB atau siaran langsung itu sendiri, memiliki 4 TSB yang sudah pasti memiliki lisensi yang dikelola PT. Pesta Bola. Disebutkannya, untuk TSB 1 dan 2 di antaranya berisikan program Piala Dunia, Liga Champions, Liga Eropa, Super Cup dan lainnya. Sedangkan untuk TSB 3 juga tidak jauh berbeda, serta TSB 4 khusus untuk siaran langsung bulutangkis, seperti di antaranya All England dan Swiss Open lalu, serta even bulutangkis lainnya.

“Inilah kelebihan kami, dan kami berharap dengan adanya semua ini, maka pihak yang bakal menggunakan siaran langsung kami terutama pihak komersial, bisa melakukan registrasi tersebut ke pihak kami di Bali,” pungkas Rizal. (Yan Daulaka/TOR-10

TINGGALKAN KOMENTAR