Nasib pemain trial Semen Padang, Dany Karl Max belum pasti (Foto/Yosrizal)

PADANG-(Tribunolahraga).
DANY Karl Max, 33 tahun, pemain trial Semen Padang asal Republik Chad, masih dalam teka-teki. Tim pelatih masih terus memantau dan mengevaluasi kinerja pemain berkulit legam itu.

Memang, sempat bertanding dalam laga uji coba melawan Timnas U-23 asuhan Indra Syafri beberapa waktu lalu.  Bahkan sempat memborong dua gol balasan Semen Padang, namun belum membuat pelatih Syafrianto Rusli merasa nyaman.

Dengan alasan itu, tim pelatih membutuhkan waktu beberapa hari ke depan untuk memberikan penilaian akhir kepada pemain yang pernah menjadi tandem  Ezechiel di Timnas Chad era 2010 lalu itu.Hasil gambar untuk foto Syafrianto Rusli.Pelatih Semen Padang, Syafrianto Rusli (Foto/Ist)

“Dari segi teknis dan permainannya lumayan bagus. Mungkin karena pernah menjadi pemain Timnas. Tetapi kita tentu butuh kondisi saat ini. Dan kami akan memberikan waktu beberapa hari ke depan untuk membuktikan kepiawaiannya dan menunjukan kelasnya sebagai pemain asing,” kata pelatih Semen Padang, Syafrianto Rusli.

Pemain kelahiran 27 Oktober 1986 itu, selain masih belum maksimal dalam penampilannya, juga ada pertimbangan non teknis lain sebelum ia benar-benar diikat kontrak untuk kompetisi Liga 1 mendatang.

Salah satu pertimbangan Syafrianto adalah soal kondisi fisiknya yang kurang maksimal karena faktor usia yang sudah 33 tahun. Selain itu, menurut Syafrianto, pemain ini juga pernah mengalami cidera dan terkesan trauma dengan cidera tersebut.

Berposisi sebagai seorang striker, menurut Syafrianto, Dany paham dengan tugas dan tanggung jawabnya. Namun ia belum menunjukan kwalitasnya sebagai seorang striker petarung.

Perkiaraan Syafrianto, Dany juga pernah mengalami cidera serius sebelumnya, sehingga kelihatan dalam pertandingan seakan trauma dengan cideranya itu.

“Kita maunya striker yang berani bertarung dan didukung power dan daya tahan yang bagus. Sementara ini Dany belum bisa memenuhi harapan itu,” jelas Syafarianto.
Meski demikian, ia mengaku tak perlu terbur-buru untuk memberikan penilaian kepada pemain asal Afrika Tengah itu.

“Kita akan lihat perkembangannya dalam beberapa hari ke depan. Kalau cocok akan kita usulkan kepada manajemen untuk dikontrak. Kalau belu, kita akan kembalikan,” ulasnya.

Sementara tiga pemain asing lainnya yang sejak awal bergabung dengan Semen Padang, juga belum dalam posisi aman. Artinya, waktu masih memberikan peluang kepada ketiganya untuk dilepas atau sebaliknya.

“Belum ada yang permanen. Jika kita bisa mendapatkan yang lebih baik, kenapa tidak. Seperti Marcio, ia belum mampu menunjukan kelas sebagai seorang stoper. Masih sering salah antisipasi, sehingga membawa kerugian kepada tim,” jelasnya.

Hal yang sama juga berlaku kepada Pulatov dan Juffo. Jika dalam masa persiapan ke depan bisa mendapatkan yang lebih baik, bukan tidak mungkin pemain asing yang ada diganti lagi.

Bahkan hal yang sama juga berlaku pemain pemain lokal, termasuk rekrutan baru. Jika jelang kompetisi nanti tak bisa memberikan kontribusi berarti kepada tim, maka peluang untuk diganti tetap ada.

Bahkan pemain sekelas Agung Prasetyo, Novrianto, Syaiful Indra Cahya dan pemain lainnya, bisa jadi akan bergeser. Karena alasan kebutuhan yang di Liga 1.

“Ya, paling tidak, mereka nanti akan kita pinjamkan ke klub lain. Karena kita butuh pemain yang berkualitas. Kompetisi yang akan kita hadapi adalah level atas Liga 1,” ulas Syafrianto.(Yosrizal/TOR-10)

TINGGALKAN KOMENTAR