Ketua BLISPI, Subagja Suihan, (Foto/ist)

JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Di tengah upaya mempercepat proses peningkatan kualitas para pemain muda usia, Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLISPI) terusi dan geram atas ulah Manajer Timnas Pelajar U-15 yang dinilai kurang fair dalam pembentukan tim. BLISPI pun kemudian bakal memecat Manager timnas pelajar Indonesia U15 yang dipersiapkan menghadapi kejuaaraan di Portugal dalam event Iber Cup Cascias 1-7 Juli 2019 mendatang.

Dalam mempersiapkan pembentukan pemain yang melalui jalur seleksi dari semula berjumlah 100 pemain. Pemain yang diseleksi ini berasal dari seluruh penjuru tanah air yang pernah dan wajib mengikuti kejuaraan sepakbola pelajar U-14 Kemenpora sebagai syarat utamanya.

Awal masalahnya pun muncul dari internal pada tahap awal penyeleksian yang dilakukan tim pemandu bakat. Pengurangan pemain dan pelatih kepala sudah mulai ada ketidak cocokan antara manager dan Blispi (Badan liga sepakbola pelajar Indonesia).

Hal itu berdampak luas hingga sudah tidak harmonis kembali dalam pembentukan tim pelajar saat ini. Padahal pada tahun-tahun sebelumnya kondisi itu nyaris tak ada, semuanya berjalan normal. Semuanya dilakukan sesuai tugas dan tupoksi nya masing masing.

BLISPI (Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia ) dalam hal ini yang bertangung jawab secara keseluruhan baik secara tekhnis dan non tekhnis atas persiapan panjang timnas pelajar, berhak mengingatkan apa bila ada sesuatu yang menjadi terkendala maka komunikasi kepada BLISPI. Atau sebaliknya manager bisa mengambil langkah untuk n, untuk mencari solusi jalan keluar terbaik

Apabila satu diantaranya baik manager atau BLISPI terjadi kendala maka, harus ada kesepakatan dan bentuk pertangung jawaban melalui forum kesepakatan awal seagai pijakan untuk mengambil kata akhir.

Kita sama berjalan namun tidak lepas dari kordinasi kepada BLISPI karena  rekomendasi itu melalui BLISPI bukan yang lain. Apa yang berkaitan dengan timnas Pelajar menjadi tanggungjawab BLISPI untuk dilaporkan kepada Kemenpora.

Blispi adalah bagian dari tangan kanan Kemenpora yang harus bertanggung jawab dalam persiapan panjang timnas pelajar dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini. Tidak bisa melakukan sesuatu tanpa kordinasi kepada BLISPI. Jadi menjadi tugas utama BLISPI untuk saling mengingatkan.

Kemenpora akan menegur BLISPI apabila ada sesuatu masalah persiapan panjang termasuk dalam pembentukan tim. Tidak semena-mena. BLISPI berharap kejadian ini menyadarkan kita semua agar dalam mempersiapkan timnas pelajar Indonesia ini tanpa ada kepentingan.

Pada dasarnya kita harus tahu apa tugas dan kewajiban baik BLISPI sebagai tangan kanan Kemenpora dalam pembentukan timnas pelajar maupun manajer yang merupakan bagian dari tim dan ofisial.

”Dari situ kita akan mengerti mana saja batasan kita dalam mengelola cara profesional, kita blispi barangkai ada kesalahan wajib di ingatakan begitu pun sebaliknya. Agar dalam persiapan sekaligus pembentukan tim semata mata adalah demi merah putih bukan kepentinggan dan menjadikan ini sebagai prestasi bangsa dan negara,”jelas Subagja Suihan Pendiri BLISPI kepada wartawan, Rabu, (20/3).(Taufik Panji Alam/TOR-08)

TINGGALKAN KOMENTAR