Fully Sutan Azwar, Sjafruddin dan perwakilan IJSBA, berfoto bersama usai jumpa pers resmi terkait persiapan penyelenggaraan Kejuaraan Dunia di Jetski Indonesia Academy, Taman Impian Jaya Ancol Jakarta Utara (Foto/Ist)

JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Setelah sukses menjadi penyelenggara pertandingan jet ski Asian Games 2018 lalu, venue Jetski Indonesia Academy Taman Impian Jaya Ancol Jakarta Utara kembali digairahkan dengan Kejuaraan Dunia yang berlangsung 27-31 Maret mendatang.

Ada 22 tim dari 14 negara dipastikan akan tampil dalam kejuaraan yang berafliasi dengan International Jet Sport Boating Association (IJSBA). Bagi Pengurus Pusat Indonesia Jetsport Boatiang Association (PP.IJBA), Kejuaraan Dunia ini menjadi sangat strategis untuk pengembangan dan pembinaan cabang olahraga jet ski di Indonesia ke depan.

Ketua Umum PP.IJSBA Fully Sutan Azwar dalam jumpa pers resmi terkait penyelenggaraan Kejuaraan Dunia ini di Jetski Indonesia Acadamy Taman Impian Jaya Ancol Jakarta Utara, Sabtu, (23/3) menjelaskan bahwa tidak mudah untuk menjadi tuan rumah sebuah even kelas dunia.

”Jujur saja IJSBA melihat Indonesia sebagai salah satu negara yang perkembangan olahraga jetskinya sangat pesat. Pesatnya perkembangan jetski di Indonesia tak lepas dari prestasi yang telah dicapai para atlet kita di tingkat kejuaraan dunia. Selain itu keberhasilan menjadi penyelenggara pertandingan jet ski di Asian Games 2018 lalu juga mendorong IJSB mempercayakan Indonesia menggelar kejuaraan dunia,”kata Fully yang didampingi Ketua Dewan Pembina PP.IJBA Komjen Polisi (Purn) Sjafruddin itu.

Oleh karenanya, lanjut Fully, kejuaraan dunia ini diharapkan menjadi tonggak sejarah pengembangan dan pembinaan olahraga jet ski ke depannya baik di Indonesia maupun di Asian dan bahkan dunia.

Menyinggung target Indonesia, Fully mengatakan sebagai tuan rumah pihaknya selalu ingin meraih dua sukses seperti saat menjadi tuan rumah Asian Games 2018 lalu. Dua suskes itu adalah sukses dari sisi penyelenggara dan sukses dalam pencapaian prestasi atlet.

”Kalau di Asian Games 2018 kita mampu merebut 1 medali emas, 1 perak dan 2 perunggu tentu di Kejuaraan Dunia ini hasilnya bisa seperti itu atau bahkan lebih. Yang pasti di kejuaraan dunia ini yang hadir seluruh jago-jago dunia dari berbagai negara. Persaingan ketat dan para atlet kita pun harus berjuang keras,”tambahnya.

Indonesia sendiri menurunkan delapan atlet, enam diantaranya wajah baru. Dua kakak beradik, Sutan dan Aero yang sudah beberapa kali menjadiu juara dunia tentu masih menjadi andalan Indonesia di Kejuaraan Dunia ini.

Pada Kejuaraan Dunia ini akan mempertandingkan 3 kelas Endurance yakni, Pro F1 Open, Pro F1 Open (Normally Aspirated) dan Amateur F1 (Grand Tourismo). Track yang digunakan kurang lebih sama dengan track klass Endurance saat Asian Games 2018 lalu yakni lingkar track lebih kurang 6 km dan jarak terjauh ke laut lebih kurang 3 km.

=Pancing Pariwisata=

Dalam kesempatan yang sama Sjafruddin menegaskan dalam penyelenggaraan Kejuaraan Dunia ini tentu bukan semata-mata mengejar prestasi. Pasalnya dalam olahraga ini juga ada sisi lainnya bisa dijadikan media untuk mempromosikan pariwisata.

Dengan mengambil tempat di kawasan Taman Impian Jaya Ancol Jakarta Utara, menurut Sjafruddin, kehadiran even ini diharapkan mampu memancing wisatawan baik domestik maupun asing.

Mantan Komandan Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2018 itu juga menilai even ini menjadi tonggak sejarah untuk menggairahkan pembinaan olahraga jet ski di Indonesia ke depan.

”Sebagai negara maritim yang lautannya sangat luas dan besar, sudah semestinya kita mengembangkan olahraga perairan seperti Jet Ski. Dan saya yakin olahraga ini mampu mempersembahkan prestasi dunia dan itu sudah dibuktikan melalui keluarga besar Pak Fully Azwar di mana kedua anaknya Aero dan Sutan sudah menembus prestasi dunia,”kata mantan Wakapolri yang kini menjaba Menpan RB ini.

TINGGALKAN KOMENTAR