Ketua AFP Sumbar H. Yasman Yanusar bersama Sekretaris AFP Sumbar Rizal Rajo Alam (Foto/Yosrizal)

PADANG-(TribunOlahraga)
KESERIUSAN Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Sumatera Barat dalam mempersiapan Tim Pra PON, kembali berlanjut. Setelah menyeleksi lebih dari 50 pemain yang terjaring tim pelatih, kini sebanyak 30 pemain memasuki TC sekaligus seleksi sambil berjalan.

Duet pelatih Qusmaini asal Malaysia dan Adrian Andika alias Anduik, akan menggenjot para pemain sampai sebelum Ramadhan nanti. Ini merupakan TC tahap pertama yang diprogramkam  AFP Sumbar, sebelum terjun pada babak Pra PON November mendatang.

Seperti disampaikan Ketua AFP Sumbar, Haji Yasman Yanusar kepada Tribunolahraga.com, pemain yang menjalani TC adalah mereka yang sudah lolos seleksi awal. Jumlah tersisa sebanyak 30 pemain akan menjalani seleksi tahap kedua sambil menjalankan program latihan yang dibuat pelatih.

Seterusnya, usai lebaran nanti, pihak manajemen tim dan AFP akan memilih 20-an pemain untuk seterus melaksanakan TC tahap kedua, dan akan berlanjut sampai awal November. Sebulan sebelum jadwal Pra PON, akan menyisakan maksimal 16 pemain dan akan memasuki TC Konsentrasi sampai jadwal Pra PON.

Yang masih menjadi kendala bagi AFP Sumbar sampai saat ini adalah soal jadwal dan tempat Pra PON. Karena ini penting untuk memprogram latihan oleh tim pelatih.
“Sampai kini kami belum menerima kepastian jadwal Pra PON sekaligus tempat pelaksanaan Pra PON. Kami berharap dalam waktu dekat Federasi Futsal Indonesia (FFI) sudah memberikan informasi akurat tentang itu, sehingga kita bisa lebih konsentrasi dalam mempersiapkan tim,” harap Yasman.

Sebagai provinsi yang pernah meraih sukses dengan raupan medali emas PON 2012 di Riau, akan menjadi beban moral tersendiri untuk terus eksis dalam setiap kali penyelenggaraan PON. Seperti halnya pada PON 2016 di Jabar.

Tetapi, untuk PON 2020 mendatang, langkah Sumbar untuk sampai ke Papua, harus melalui babak kualifikasi. Karena sesuai ketentuan yang sudah dirilis KONI Pusat, hanya 12 tim yang berhak bertanding di PON, sama seperti  dua kali PON sebelumnya.

Namun jatah tiket yang  bakal diperebutkan hanya tersisa 10, karena dua tiket otomatis sudah menjadi milik juara bertahan dan tuan rumah. Artinya, sebanyak 32 provinsi harus bertarung untuk mengambil 10 tiker tersisa.

“Memang, tahun ini menjadi tahun sulit bagi kami di AFP. Dan sekaligus tantangan untuk bisa meneruskan tradisi lolos PON. Karena pada PON 2012 di Riau, kita kan juga lolos dari Pra PON. Lalu kita juara dan mendapat wilcard ke PON Jabar,” ulas Yasman.

Kini, perjuangan seperti pada 2011 itu akan diulangi. Sebanyak sembilan provinsi di Sumatera selain Lampung, akan bersaing untuk memperebutkan dua tiket. Artinya, minimal harus bisa menjadi runner-up grup Sumatera.

Pada Pra PON pertama kali futsal digelar, Sumbar tampil digdaya dengan memuncaki grup Sumatera tanpa terkalahkan, kecuali sekali imbang melawan tuan rumah Sumatera Selatan. Selebihnya, termasuk Lampung waktu itu, bisa dikalahkan oleh Randy Akang dan kawan-kawan.

Tahun ini persaingan memang berkurang karena Lampung masuk ke grup Jawa. Tetapi bukan berarti persaingan menjadi lebih ringan. Karena kekuatan futsal saat ini sudah merata. Bahkan, dalam kompetisi Liga Pro, Sumbar justru tertinggal selangkah oleh Sumut, Riau dan Lampung. Ketiga propinsi ini justru sudah pernah mengenyam hingar bingarnya kompetisi futsal profesional tersebut.

Namun ukuran sukses di Pra PON maupun di PON, tidak ditentukan oleh provinsi yang punya klub Liga Pro. Buktinya, Sumbar, ketika meraih medali emas PON, sama sekali belum bersentuhan dengan Liga Pro, meski ada dua pemain yang pernah bertanding di klub Liga Pro.

Kini, bukti itu, seperti dipertegas Ketua AFP Sumbar, Haji Yasman, akan diupayakan kembali dengan bisa lolos ke PON melalui babak kualfikasi. Meski dengan perkembangan dan nuansa futsal yang sudah jauh berbeda.

“Insya Allah, kita akan berupaya untuk membuktikan kembali, kalau kita bisa ke PON melalui babak Pra PON. Meski untuk itu kami harus berkerja ekstra keras dan berjuang maksimal untuk mewujudkannya,” kata Yasman.

Salah satu langkah ekstra yang sudah diambil adalah dengan melibatkan pelatih asal Malaysia, Qusmaini, mulai dari seleksi awal  sampai Pra PON nanti.(Yosrizal/TOR-10)

TINGGALKAN KOMENTAR