Ketua Umum PB.PSTI Asnawi Abdul Rachman mendukung dan menyambut positif rencana Reuni Akbar para mantan atlet sepak takraw secara nasional. (Foto/OLII)

SUKABUMI-(TribunOlahraga.com)

Rakernas PB.PSTI 2019 yang berlangsung Minggu, (31/3) di Icuk Sugiarto Tranning Camp (ISTC) Sukabumi, Jabar ternyata menjadi ajang silaturahmi sejumlah mantan atlet sepak takraw dari berbagai daerah. Karena para pengurus provinsi (Pengprov) PSSI tak sedikit melibatkan para mantan atlet sepak takraw.

Menariknya, saat sarapan pagi sebelum kembali ke daerahnya masing-masing tiba-tiba muncul ide yang tergolong brilian. Adalah salah satu tokoh sepak takraw asal Banten Alimudin yang mengusulkan adanya Reuni Akbar para mantan atlet sepak takraw secara nasional.

Alimudin yang juga mantan atlet sepak takraw dan kini pengurus harian PB.PSTI itu menilai ”Reuni” ini penting karena sudah lama para mantan atlet sepak takraw tidak saling jumpa. Inti dari Reuni Akbar ini adalah silaturhami sekaligus membahas dan memikirkan bagaimana memajukan sepak takraw Indonesia ke depan.

Ide Alimudin pun bagai gayung bersambut. Tirowali yang juga mantan atlet sepak takraw nasional jika semua para mantan atlet sepak takraw Indonesia dikumpulkan jumlahnya lebih dari 300.

Tirowali kemudian menceritakan para atlet sepak takraw dari daerah ini dimulai dari Kejurnas pertama kali tahun 1976 selanjutnya dipertandingkannya sepak takraw pertama kali pada PON 1981.

”Di antara para mantan atlet sepak takraw ini ada yang sudah menjadi pejabat, pengusaha sukses. Kita harapkan dalam Reuni ini mereka tak hanya sekedar hadir tetapi juga bisa membantu dalam hal pendanaan,”kata Alimudin.

Dalam pertemuan santai tadi, Tirowali yang pernah menjabat Sekjen PB.PSTI itu didaulat jadi Ketua Panpel Reuni Akbar dengan Sekretaris Muklis Ali. Selain itu juga, setiap koordinator willayah ditunjuk untuk mendata para mantan atlet sepak takraw di wilayahnya sekaligus penggalangan dana.

Alimudin sendiri sebagai penggagas ide yang mulia ini siap membantu pendanaan untuk 100 orang.

Menurut rencana Reuni Akbar ini akan digelar September mendatang di Wisma Cempaka Putih Jakarta. Pada Reuni itu bisa saja dijadikan ajang deklarasi pembentuk Forum Mantan Atlet Sepak Takraw Indonesia (FMASTI).

Ketua Umum PB.PSTI Asnawi Abdul Rachman menyambut positif rencana menggelar Reuni Akbar para mantan atlet sepak takraw. Menurut Asnawi, arara ini positif paling tidak para mantan atlet sepak takraw yang ada di daerah bisa memberikan pemikiran-pemikiran yang konseptual demi kemajuan olahraga sepak takraw Indonesia ke depan.

Namun salah satu wasit nasional Sabir dari Sulbar mengingatkan agar Reuni Akbar ini tidak dijadikan kendaraan politik untuk kepentingan tertentu.”Secara pribadi saya setuju sekali asalkan tujuannya murni, jangan dibelok-belokkan untuk kepentingan tertentu apalagi yang berbau politik,”tegas Sabir. TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR