JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Kemenpora pada Selasa, (1/4) pagi tadi bertempat di Auditorium Wisma Karsa Pemuda Senayan Jakarta melantik 286 atlet berprestasi sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Empat diantaranya adalah atlet sepak takraw.

Keempat atlet sepak takraw yang resmi diangkat menjadi PNS itu dua diantaranya adalah peraih medali emas Asian Games 2018 nomor quadrant putra, Abdul Halim Radju dan Muhammad Herson.Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi melantik 286 atlet berprestasi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (2/4/2019). Salah satu atlet yang hadir di acara itu adalah mantan pebulutangkis Indonesia Lilyana Natsir.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi melantik 286 atlet berprestasi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (2/4/2019). Salah satu atlet yang hadir di acara itu adalah mantan pebulutangkis Indonesia Lilyana Natsir.(Foto/Humas Kemenpora)

Muhammad Herson mengaku bersyukur dan gembira atas penghargaan pemerintah dengan mengangkat dirinya sebagai PNS.”Sebagai pribadi maupun mewakili atlet sepak takraw Indonesia saya menyampaikan terima kasih kepada Pak Menpora Imam Nahrawi,”kata pria asal Gorontalo itu.

Menurut dia, penghargaan ini semakin memotivasi dirinya untuk berprestasi dan semoga menjadi inspirator bagi para atlet lainnya.

Pebulutangkis putri andalan Indonesia Liliyana Natsir  yang baru saja mengundurkan diri dari pelatnas juga masuk dalam daftar atlet berprestasi dilantik jadi PNS. Peraih medali emas olimpiade 2016 Rio de Jenairo, Brasil nomor ganda campuran bersama pasangannya Tantowi Ahmad itu juga mengaku bangga.

”Ini momen yang membanggakan karena atlet berprestasi diangkat jadi PNS. Mudah-mudahan ini menginspirasi para atlet lainnya,”papar wanita kelahiran Manado, Sulut ini.

Sementara itu Imam Nahrawi menekankan atlet yang saat ini menjabat sebagai PNS hanya diperbolehkan berpihak kepada masyarakat sesuai esensi tugasnya masing-masing dan tidak diperkenankan untuk menunjukan keberpihakan politiknya.

Imam Nahrawi mengingatkan kepada para atlet berprestasi yang telah dilantik sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk menjaga perilaku di sosial media. Terutama dalam menunjukkan sikapnya di tengah kontenstasi politik yang sedang berlangsung saat ini.

“Kalau dulu bisa memberi komentar tentang dinamika politik di sosmed, sekarang tidak boleh lagi, harus netral,” ujarnya.

Imam menjelaskan bahwa sebagai Menteri ia pun dituntut untuk berada pada pijakan politik yang netral kecuali  Sabtu-Minggu.

Para Menteri aktif bisa terlibat dalam kegiatan politik praktis di hari libur, dengan terlebih dahulu menyampaikan pemberitahuan ke Presiden dan Bawaslu.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Haria Wibisana. Menurut dia, konsekuensi dari menjadi PNS ialah tidak boleh menunjukan keberpihakannya dalam politik praktis.TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR