JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Bukan sesuatu yang mudah sebagai penyelenggara kegiatan turnamen yunior dibandingkan turnamen senior. Hal ini dialami oleh RemajaTenis maupun penyelenggara TDP. Salah satu penyebabnya adalah dampak dari otonomi daerah sehingga jadwal atau kurikukum sekolah berbeda beda sehingga menyulitkan bagi penyelenggara cari waktu yang tepat danbebas dari jadwal ulangan maupun ujian sekolah.Hasil gambar untuk foto Ferry Raturandang

Namun bagi AFR prinsipnya sebagai penyedia sarana turnamen tetap bisa menjalankan salah satu program pembinaan PP PELTI. Hal ini disampaikan oleh promotor RemajaTenis August Ferry Raturandang yang dikenal sebagai Opa AFR.

Untuk bisa mencapai pelaksanaan kejurnas RemajaTenis Jakarta ke 80 melalui liku-liku yang cukup pelik . Saat ini telah terdaftar sekitar 80 stlet yunior dari berbagai daerah.Remaja Tenis Jakarta 80 akan digelar di lapangan tenis Marinir Cilandak pads 13-15 April 2019.

Dibantu oleh Metro Sport Terminal, pemenang diberikan reward dalam bantuk alat alat olahraga.Hasil gambar untuk foto Ferry Raturandang

August Ferry Raturandang menyambut baik uluran tangan Metro Sport Terminal demi memotivasi atlet atlet yunior Indonesia.

Melihat potensi petenis yunior cukup besar dan diperlukan peningkatan kualitas pelatih pelatih Indonesia didaerah daerah. Saat ini banyak petenis yangmulai beralih fungsi menjadi pelatih.Untuk itu dibutuhkan pelatihan pelatihan mulai dari dasar sampai advance.

Harapan August Ferry Raturandang untuk mengatasi masalah kepelatihan ini adalah tugas dari PP Pelti yang harus berperan aktip kedaerah daerah sehingga bisa memantau perkembangan tenis didaerah daerah, khususnya diluar pulau Jawa. ” Ini tugas PP Pelti lakukan talent scouting kedaerah daerah. Jangan orientasinya di Jawa.” kata Opa AFR dengan serius mennanggapi kebutuhan pelatih pelatih berkualitas.

” Jika ada kemauan so pasti ada jalan.” ujarnys di lapangan tenis Marinir Cilandak sore ini.TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR