Victor Juffo saat menjalani therapy di RS Semen Padang didampingi Asisten pelatih Zulkarnaen Zakaria (Foto/Yos Rizal)
PADANG-(Tribunolahraga)
ENTAH karma atau petaka biasa. Jelang melakoni Kompetisi Liga 1, Semen Padang harus kehilangan pemain dengan alasan cidera serius. Musim ini, gelandang asal Brasil, Nildo Victor Juffo,  26 tahun, harus naik meja operasi akibat cidera engkel kaki kanan.
Mantan pemain klub FK Shkendija, Makedonia itu dipastikan akan absen untuk beberapa bulan ke depan. Kini nasib pemain yang juga sempat berlaga di liga Alabania itu terancam dipulangkan. Kini tengah menunggu negosiasi manajemen dan agen Juffo.
Tragedi ini merupakan yang ketiga kali dialmi klub berjuluk Kabau Sirah itu. Dan kejadiannya hampir bersamaan, yakni cidera pada engkel kaki kanan. Dan juga sama-sama menjelang kompetisi bergulir. Dua diantaranya dialami pemain asing.
Kasus serupa pertama kali dialami kubu Semen Padang adalah pada musim kompetisi Liga 1 empat tahun silam. Gelandang asal Korea Selatan, Lee Gill hoon, terpaksa naik meja operasi setelah mengalami cidera serius pada engkel kaki kanannya saat melakoni uji coba melawan PS TNI di stadion Agus Salim Padang.
Sebelumnya Gill Hoon sempat bermain bersama Hengky Ardiles dan kawan-kawan pada turnamen pramusim, Torabika Soccer Championship 2016.Lebih dari enam enam bulan, pemain asal negeri Ginseng itu hanya bisa berkursi roda dengan balutan perban dan gip setelah menjalani operasi di rumah sakit Semen Padang. Padahal ia sudah menandatangani kontrak dengan manajemen.
Musim lalu, traumatik cidera itu kembali menimpa markas Kabau Sirah. Kali ini pemain asal Medan, Agung Prasetyo, 27 tahun. Bek jangkung 186 cm itu mengalami cidera yang hampir sama. Akibatnya, mantan pemain PSM Makasar itu absen selama satu musim. Kelahiran 22
Desember 1992 sudah membubuhkan tanda tangannya dalam kontrak baru.
Lebih tragisnya lagi, Agung adalah satu diantara pemain Semen Padang yang mau bertahan setelah terdepak ke Liga 2 musim sebelumnya. Ia bersama Irsyad Maulana dan Hengky Ardiles berjanji akan mengembalikan pasukan dari Bukit Indarung itu ke trek Liga 1.
Untung, tim yang diambil alih pelatih Syafrianto di akhir-akhir kompetisi Liga 1 dan tergelincir, kembali naik ke Liga 1. Dan, baru Agung diperkirakan akan bisa bermain penuh untuk tim yang mengontraknya musim ini.
Dalam turnamen pramusim Piala Presiden, pemain yang bergabung sejak 2016 itu, sudah menjadi starting line-up tim milik BUMN. Ia menjadi salah satu andalan lini belakang Semen Padang untuk Liga 1 yang akan digulir pada 8 Mei 2019 mendatang.
CEO Semen Padang, Rinol Thamrin mengakui kalau kondisi Juffo tak memungkinkan untuk bisa kembali ke lapangan dalam waktu dekat. Paling tidak ia harus menjalani perawatan dan pemulihan dalam beberapa bulan ke depan.
Artinya, Semen Padang akan kehilangan satu dari empat pemain asingnya. Dan kehilangan satu slot di posisi gelandang bertahan dan menyerang.Sosok Juffo selama ini dinilai lumayan baik.
Dan juga terjadi kontrak untuk satu musim ke depan dengan opsi perpanjangan. Namun semua itu akan menjadi buyar, seiring dengan kondisi terkini yang menimpa  pemain dari negeri Samba itu.
“Kita akan carikan jalan terbaik untuk Juffo. Dan itu akan kita bicarakan bersama termasuk dengan agen yang bersangkutan. Yang pasti kita tak ingin kehilangan slot pemain asing.
Bagaimana kongkritnya nanti setelah bertemu dengan agen Juffo,” sebut Rinol.
Sementara pelatih Semen Padang, Syafrianto Rusli, mengaku kehilangan kalau Juffo tak bisa lagi diturunkan.
Apalagi di posisi gelandang bertanan itu sangat dibutuhkan. Dan sampai kini belum ada pemain lain yang bisa maksimal, meski ada beberapa pemain lokal di posisi yang sama.
“Nanti akan kita bicarakan lagi dengan manajemen bagaimana baiknya. Yang pasti, kita butuh pemain asing di posisi itu. Persaingan di Liga 1 nanti jauh lebih berat. Kita ingin bersaing dengan klub-klub elit lainnya di Liga 1,” terang Syafrianto. (Yosrizal/TOR-10)

TINGGALKAN KOMENTAR