Kampung Bola Internasional Bersolek Sambut Peserta BIFC 2019

Kampung Bola Internasional Bersolek Sambut Peserta BIFC 2019

370
0

BADUNG-(TribunOlahraga.com)

Pulau Dewata Bali selalu menelorkan objek wisata terbarunya disetiap saat. Di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, terdapat sebuah kawasan wisata yang bisa menjadi salah satu alternatif destinasi ‘sport toursim’ berbasis budaya yang diprakarsai Yayasan Gobolabali, Desa Adat Kutuh, dan Pemkab Badung. 

Adalah Kampung Bola Internasional, yang dibangun dikawasan tersebut. Lokasi ini bisa dipakai untuk menggelar berbagai iven olahraga dan iven budaya. Pasalnya, di area tersebut juga dibangun replika bola raksasa berdiameter lima meter yang dikeliling duplikat kolam berbentuk pulau Bali. Dan di lobi depan masuk lokasi ini, terdapat bangunan besar bernuansa Badung, Bali.

Untuk membangun kawasan tersebut, pihak Desa Kutuh dengan anggaran dana desanya yang didukung penuh Pemkab Badung berkolaborasi dengan Yayasan Gobolabali.
Perhatian pemerintah pusat pun tak ketinggalan, dimana Presiden Joko Widodo pada tanggal 17 Mei lalu langsung melihat lokasi ini. Jokowi pun memberi pujiannya, terutama soal sport tourism yang dikembangkan ini.

“Kampung Bola Internasional ini selain digunakan sebagai lokasi iven sepakbola, kita bisa pakai sebagai destinasi wisata khusus. Dan bisa juga dimanfaatkan sebagai lokasi iven budaya. Ada ikon bola dan lapangan dan juga ikon kultur budaya dan seni di bagian depan. Dua even bisa memanfaatkan lokasi ini. “Jelas CEO Yayasan Gobolabali, Agung Nuaba kepada Tribunolahraga.

Dijelaskannya pula, bahwa luas area Kampung Bola Internasional ini adalah 16 ha. Pembangunan dan pengembangan kawasan tersebut, juga atas kerjasama dengan sangat
Badan Usaha Milik Desa Adat (BUMDA) Kutuh.

“BUMDA Desa Kutuh mendukung program kami. Program tahun 2019, yang dilakukan yakni perbaikan lapangan, menelan biaya sekitar Rp 6 Miliar. Dan ini masih tahap pertama yang baru dikerjakan 40 persen.” ujarnya.

“Nanti juga dibangun, monkey forest, climbing track, membangun beberapa lapangan kecil, untuk anak – anak festival sepakbola. Jadi kedepan peserta tidak terbatas. Tahun ini peserta kami batasi untuk turnamen karena lapangan hanya satu.”jelasnya.

Gelaran internasional yang pertama tentu adalah Badung Internasional Football Championship (BIFC) pada bulan Oktober mendatang. Ajang ini mempertandingan berbagai kategori usia, yakni putri U-21, usia 13 dan 15 serta kategori festival usia 10 dan 12 tahun.

“Kami akan memoles sedemikian rupa, agar kawasan ini menjadi lebih menarik dengan artistik budaya Balinya. Dan nantinya akan selalu dikenang para peserta, khususnya tim-tim yang datang bertanding di BIFC 2019 nanti.”ungkap Agung Nuaba.(Yan Daulaka/TOR-10)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR