JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Legenda hidup judo Indonesia Krisna Bayu mengatakan sebaiknya juara PON cukup dua kali agar terjadi regenerasi atlet di setiap cabang olahraga. Oleh karenanya, KONI Pusat sebagai lembaga resmi yang mengatur tentang PON sudah harus memikirkan masalah ini.

Hal itu disampaikan Krisna Bayu dalam deklarasi pencalonan Muddai Madang sebagai Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023 di Hotel Haris Gedung FX Mall Senayan Jakarta, Senin, (3/6).

Krisna Bayu (Foto/OLII)

Krisna Bayu kemudian menceritakan dirinya yang sampai enam kali ikut PON dan juara.”Memang kita akui PON itu adalah puncak prestasi atlet untuk level nasional. Akan tetapi atlet harus punya orientasi prestasi tinggi yakni Olimpiade yang dimulai dari SEA Games dan Asian Games,”katanya.

Dengan tidak dibatasi keikutsertaan seorang atlet di PON apalagi yang sudah lebih dari dua kali juara akan menghambat regenerasi atlet. Bayu mengakui, imim-iming bonus besar dari masing-masing daerah untuk peraih medali emas juga menjadi faktor utama mendorong atlet untuk ngotot berlaga di PON. Bahkan mereka yang sudah menjadi juara Olimpiade pun masih ngebet ikut PON,”tandasnya.

Untuk itu lanjut Bayu, dalam hal pemberian bonus pun sebaiknya diatur dan distandarkan secara nasional. Daerah tidak boleh jor-joran untuk memberikan bonus kepada atlet peraih medali emas.

”Standar itu harus mengaku pada aturan main yang akan dilakukan oleh KONI Pusat. Kalau Olimpiade kan sudah jelas Rp.5 miliyar untuk peraih medali emas, Asian Games Rp.2,5 miliyar, SEA Games Rp. 300 juta. Nah semestinya PON di bawah itu misalnya antara Rp.100 sampai 150 juta,”papar Ketua Umum PP Persambi ini.

Terkait suksesi KONI Pusat, Krisna Bayu menegaskan siapa pun yang menjadi Ketua Umum KONI Pusat pengganti Tono Suratman nanti harus mampu memberikan perubahan yang sangat mendasar dan membuat lompatan yang sangat besar.

”Saya tidak mengatakan kepengurusan KONI pimpinan Pak Tono kurang greget, tapi figur pimpinan  KONI Pusat ke depan harus lebih kuat karena tantangan ke depan jauh lebih berat. Paling tidak KONI Pusat ke depan harus mampu keluar dari berbagai lilitan masalah seperti sekarang ini,”tutur Bayu yang empat kali juara SEA Games dan 4 kali tampil di Olimpiade itu. TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR