JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Pengurus Besar Federasi Kurash Indonesia (PB.Ferkushi) akan menggelar Kejurnas Kurash 2019, 29-30 Juni mendatang di GOR Cempaka Putih, Jakarta. Kejurnas ini sekaligus menjadi ajang seleksi nasional penjaringan atlet terbaik guna menghadapi even-even internasional.

Sekjen PB.Ferkushi, Lukman Husain saat dihubungi TribunOlahraga.com dalam acara open house hari ketiga lebaran Idul Fitri 1440 H di Jakarta, membenarkan bahwa pihaknya akan menggelar Kejurnas Kurash.

Menurut Lukman, 17 Pengprov yang sudah menjadi anggota resmi PB.Ferkushi diharapkan akan mengirim atletnya di kejurnas ini. Bahkan Provinsi yang belum menjadi anggota PB.Ferkushi pun diperkenankan ambil bagian.

”Jujur saja kami memang baru memiliki 17 Pengprov, namun bukan berarti menutup kesempatan bagi Provinsi lain untuk ikut meramaikan Kejurnas ini. Bisa saja mereka akan mewakili Kabupaten/Kota,”kata Lukman.

Intinya, lanjut dia, Kejurnas tahun ini sebagai salah satu bagian dari evaluasi PB.Ferkushi dalam melihat tingkat perkembangan cabang olahraga beladiri kurash secara nasional. Yang pasti, dalam kepengurusan PB.Ferkushi pimpinan Abdul Hafil Fuddin ini akan lebih memberdayakan pembinaan di daerah.

”Karena kami masih tergolong olahraga yang baru dikembangkan di Indonesia dan menjadi anggota KONI Pusat pun belum seumur jagung, langkah awal adalah konsolidasi organisasi. Organisasi Ferkushi harus kuat baik di pusat maupun Provinsi, bahkan Kabupaten/Kota pun akan kami berdayakan,”tambah pria yang aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan ini.

Selain menghadapi SEA Games 2019 Filipina, di mana Kurash salah satu cabang olahraga yang diikutsertakan, menurut Lukman, Kejurnas tahun ini juga menjadi salah satu bagian untuk menyeleksi calon atlet terbaik.

”Memang pelatnas kurash untuk menghadapi SEA Games 2019 sudah berjalan hampir dua bulan. Namun bukan berarti mereka yang kini ikut pelatnas otomatis masuk tim inti.Masih ada kemungkinan pergeseran posisi. Makanya, mereka yang kini menjadi pelatnas, jangan berleha-leha dulu karena bisa saja ada atlet daerah di luar pelatnas termotivasi untuk masuk,”papar Lukman.

Lukman yakin kejurnas kali ini bakal berlangsung ketat karena ada nuansa persaingan antara atlet pelatnas dan non pelatnas. Bahkan Ketua Umum PB.Ferkushi, Abdul Hafil Fuddin pun mengingatkan agar atlet pelatnas jangan merasa posisinya sudah aman.

Tercatat ada 20 atlet (10 putra, 10 putri) yang kini dipelatnaskan di Ciloto, Jabar. Namun, dari 20 itu akan diciutkan menjadi 10 sebagai tim inti. Pasalnya di SEA Games 2019 nanti, kurash Indonesia hanya mendapat jatah 5 atlet putra dan 5 atlet putri dengan target dua medali emas. TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR