JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Adalah Wismoyo Arismunandar lah yang menciptakan olahraga Indonesia jauh dari kepentingan politik. Karena filosofi olahraga mengedepankan persahabatan dan sportifitas. Jika olahraga sudah ditarik ke ranah politik maka itu pertanda olahraga akan hancur.

Itulah pandangan Ketua Umum KONI Pusat Wismoyo Arismundar saat dicegat wartawan saat berkunjung ke KONI Pusat, Kamis, (13/6). Pandangan pensiunan Jenderal TNI-AD dengan jabatan terakhir KASAD itu disampaikan terkait suksesi KONI Pusat.Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang duduk

Wismoyo Arismunandar (Foto/OLII)

KONI Pusat pada 2 Juli mendatang akan menggelar Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) di Sultan Hotel. Sudah dua nama mendeklarasikan diri sebagai calon Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023 yakni Muddai Madang dan Letjen TNI (Purn) Marciano Noorman.

Wismoyo yang dua periode memimpin KONI Pusat (1995-1999, 1999-2003) itu tidak mempersoalkan siapa yang menjadi pucuk pimpinan di Lembaga Keolahragaan tertinggi di Tanah Air tersebut.

”Intinya KONI Pusat harus dipimpin oleh orang yang mencintai dan menjiwai folosofi olahraga. Kalau kedua hal itu dikedepankan maka kepentingan politik bisa dihindari. Pesan saya juga masyarakat olahraga harus rukun, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,”kata pria kelahiran Bondowoso, Jatim, 10 Pebruari 1940 ini.Gambar mungkin berisi: 5 orang, orang tersenyum, orang berdiri dan luar ruangan

Pada masa memimpin KONI Pusat, Wismoyo dikenal dengan semboyan, warisan terbesar olahraga adalah ”Persahabatan”. Maka tak heran selama dua periode memimpin KONI Pusat tak ada konflik di olahraga Indonesia.

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB.PJSI) itu kemudian mengingatkan bahwa landasan utama untuk menjadi pucuk pimpinan di olahraga apakah KONI atau induk organisasi cabang olahraga (PB/PP) adalah pengabdian.

”Menjadi pengurus olahraga apalagi Ketua Umum itu landasan utamanya adalah pengabdian untuk negara. Karena kita akan membina atlet yang akan mempertaruhkan harkat dan martabat bangsa di even internasional,”kata Wismoyo.

Pada bagian lain Wismoyo juga menegaskan bahwa fungsi utama KONI adalah mendorong cabang olahraga untuk berprestasi. Oleh karenanya, KONI Pusat ke depan harus mampu membuka ruang bagi cabang olahraga untuk mendapatkan akses pendanaan.

”Idealnya memang cabang olahraga itu mandiri namun semuanya itu tercipta jika ada dorongan dari KONI Pusat sebagai lembaga yang bertanggungjawab mengendalikan pembinaan olahraga prestasi,”tambahnya.

Apa yang dikatakan Wismoyo benar adanya, kemandirian cabor sangat penting karena tak selamanya berharap seratus persen dari dukungan dana pemerintah. Ia setuju, KONI Pusat ke depan mampu menjadi KONI yang mandiri, profesional dan terpercaya. TOR-08

 

TINGGALKAN KOMENTAR