Lamting

JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

MANTAN atlet taekwondo nasional, Lamting mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami oleh KONI Pusat saat ini, terutama soal adanya tunggakan gaji karyawan selama 7 bulan.

Oleh karenanya taekwondoin yang juga menjadi aktor laga di layar lebar itu menekankan pentingnya sosok pemimpin KONI Pusat ke depan yang peka terhadap jeritan karyawan-nya.

Ia membandingkan ketika masih menjadi atlet, situasi seperti ini tidak pernah terjadi. Dulu, roda organisasi KONI Pusat dinilainya berjalan mulus tanpa ada hambatan seperti saat ini.

“Mungkin kondisinya berbeda kali ya? Dulu, KONI Pusat tak ada gonjang-ganjing seperti ini,  semua berjalan lancar,” ungkapnya ketika dihubungi via ponsel, Jumat (14/6).

Di sisi lain, ia juga berharap agar permasalahan ini segera teratasi. Karena menyangkut nasib para karyawan dan keluarganya.

“Semoga ada solusi yang tepat untuk mengatasi masalah ini. Saya setuju dengan usulan karyawan bahwa para kandidat Calon Ketua Umum(Caketum) menomor-satukan pembayaran tunggakan gaji karyawan terlebih dahulu. Suara karyawan juga harus didengar. Karena mereka juga penggerak roda organisasi,” tandas mantan ‘Raja’ Kelas Welter ini.

Peraih perak Asian Games 1986 dan emas di SEA Games 1987 itu berharap KONI Pusat kedepan lebih baik lagi dengan dipimpin oleh figur yang tepat agar roda organisasi berjalan dengan lancar.

“Terutama yang terpenting adalah mampu bersinergi dengan Pemerintah, KOI, dan stakeholder olahraga. Jangan ada istilah KONI Pusat seperti berjalan sendiri. Nah figur ini harus fleksibel dan mau bersinergi,” kata taekwondoin yang juga peraih medali perunggu di Kejuaraan Dunia Taekwondo di Jerman pada 1989 itu.

Soal kriteria figur yang tepat untuk memimpin KONI Pusat kedepan, ia mengatakan bahwa figur itu terbuka dari kalangan tokoh olahraga, mantan atlet, pengusaha atau kalangan lainnya.

“Seperti saat ini saya dengar ada kalangan dari dunia usaha yang akan mencalonkan diri tentunya harus diberikan podium  untuk memimpin KONI Pusat. Yang penting, figur itu mampu mengatasi kendala klasik soal keuangan untuk memutar roda organisasi tanpa menunggu bantuan Pemerintah,” papar mantan bintang laga di layar lebar itu.TOR-08

 

TINGGALKAN KOMENTAR