JAKARTA-(TribunOlahraga.com)
Enam cabang olahraga (cabor) menerima sertifikat akreditasi organisasi dari Deputi Peningkatan Prestasi Kemenpora, Senin, (24/6) di Auditorium Kemenpora Jakarta. Keenam cabor itu adalah bulutangkis (PBSI), dayung (PODSI), angkat besi (PABBSI), biliyar (POBSI), muaythai (PB.MI) dan BMX.
Sertifikasi tersebut diserahkan langsung Plt. Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Yuni Poerwanti disaksikan Ketua Badan Standarisasi Akreditasi Nasional Keolahragaan (BSANK)Hari Amirullah Rahman.
Yuni Poerwanti dalam sambutannya mengatakan  bahwa profesionalisme dalam pengelolaan organisasi merupakan salah satu kunci keberhasilan menuju pembangunan  prestasi olahraga nasional.
Tanpa profesionalisme dalam pengelolaan organisasi olahraga mustahil prestasi dapat tercapai apalagi dipertahankan. Profesionalisme dalam pengelolaan organisasi dapat diterapkan bila organisasi olahraga memenuhi kriteria.
Ia pun mengajak seluruh organisasi olahraga untuk menerapkan standar pengelolaan organisasi olahraga secara profesional.
“Saya mengajak kepada seluruh organisi cabang olahraga untuk menerapkan standar pengelolaan organisasi olahraga. Karena itu, para induk organisasi cabang olahraga mengajukan diri untuk diakreditasi. Hal ini akan menjadi penting mengingat profesionalisme dalam pengelolaan organisasi olahraga dapat meningkatkan prestasi,” jelasnya.
Selanjutnya menurut Yuni, kewajiban yang dimandatkan Undang-Undang, akreditasi ini juga merupakan salah satu instrumen dalam penilaian kualitas kinerja organisasi ini. Dari hasil akreditasi ini, organisasi dapat melakukan perbaikan guna meningkatkan kinerja secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua BSANK, Hari Amirullah Rahman mengatakan bahwa sampai sekarang ini, baru 10 organisasi cabang olahraga yang telah memenuhi standar pengelolaan organisasi. Tahun lalu ada empat cabor yang memenuhi standar standar pengelolaan organisasi sedangkan tahun ini ada  enam yang standar pengelolaan organisasi.
“Sebagaimana PP 16/2007, Permenpora No. 0616/2014 tentang Standar Organisasi Pengelolaan Olahraga, mengatur 10 kriteria pengelolaan organisasi keolahragaan  yaitu manajemen organisasi seperti akta pendirian, AD/ART dan sebagainya. Pedoman mutu dan  prosedur standar pelaksaaan (SOP). Personnel (pengelola organisasi) Sarana dan Prasarana. Audit Internal, kaji ulang dan tindakan. Rencana dan Realisasi Pekerjaan. Pengelolaan arsip. Pengelolaan pengaduan  masyarakat. Kesejahteraan tenaga keolahragaan dan Kode Etik, ” jelasnya.TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR