Lantik KONI Provinsi Gorontalo, Tono Tegaskan Daerah Ujung Tombak Pembinaan

Lantik KONI Provinsi Gorontalo, Tono Tegaskan Daerah Ujung Tombak Pembinaan

125
0

Kepengurusan KONI Provinsi Gorontalo periode 2019-2023 pimpinan Fikram Salilama dilantik oleh Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman di Hotel Grand Quality Gorontalo, Jumat, (28/6) (Foto/ist)

GORONTALO-(TribunOlahraga.com)

Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman menegaskan ujung tombak pembinaan olahraga ada di daerah. Pasalnya atlet-atlet berbakat itu ada di daerah, oleh karenanya KONI Pusat selalu mendorong daerah berada di garda terdepan.Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang duduk, orang berdiri, tabel dan dalam ruangan

Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman tengah memberikan sambutan dalam pelantikan KONI Provinsi Gorontalo (Foto/ist)

Penegasan Tono Suratman itu disampaikan saat melantik kepengurusan KONI Provinsi Gorontalo periode 2019-2023 pimpinan Fikram Salilama di Gran Qualiti Hotel Jakarta, Jumat, (28/6).

Fikram Salilama terpilih sebagai Ketua Umum KONI Provinsi Gorontalo melalui Musyawarah Olahraga Provinsi (Musprov) pada 22 Pebruari lalu. Ia emnggantikan ketua umum sebelumnya Rustam Akili. Gambar mungkin berisi: 1 orang

Ketua Umum KONI Provinsi Gorontalo Fikram Salilama (Foto/Ist)

Dalam sambutan pelantikan itu Tono menyampaikan terima kasih atas peran serta KONI Provinsi Gorontalo dalam membangun prestasi olahraga secara nasional.”Ini mungkin pelantikan KONI Provinsi yang terakhir dalam kepemimpinan saya di KONI Pusat karena 2 Juli nanti digelar Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) untuk memilih ketua umum baru,”kata pensiunan Jenderal Bintang Dua seperti dikutip dari Media Humas KONI Pusat.

Tono menyebut, sumbangsih KONI Provinsi Gorontalo dalam membangun prestasi olahraga nasional tak bisa dianggap sebelah mata. Mantan Ketua Umum PB.IKASI itu menilai sukses Indonesia merebut 31 medali emas di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, ada sumbangsih atlet asal Gorontalo yakni melalui cabang olahraga sepak takraw.Gambar mungkin berisi: 5 orang, orang berdiri

Pada Asian Games ke-18 itu, ada atlet sepak takraw Gorontalo yang punya andil besar mengantarkan tim quadrant putra merebut medali emas diantaranya Mohammad Herson, Abdul Halim Radjiu.

Apa yang dikatakan Tono Suratman memang benar. Sepak takraw adalah cabang unggulan bagi Gorontalo. Cabang olahraga inilah yang mencatat sejarah sebagai penyumbang medali emas pertama Gorontalo pada PON 2012, Riau.

=PON 2020 Papua=

Sebagai Ketua Umum Provinsi Gorontalo yang baru, Fikram Salilama sudah dihadapkan dengan tantangan yang cukup berat menghapi PON 2020 di Papua. Fikran bukan hanya dituntut kemampuannya bagaimana menyiapkan anggaran untuk persiapan PON 2020 yang dipastikan cukup besar juga bagaimana memobilisasi cabang-cabang olahraga di bawah kendali KONI Provinsi Gorontaloi.Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang berdiri

Tono Suratman tengah menyematkan pin KONI Pusat kepada Fikram Salilama (Foto/ist)

Untuk penyiapan anggaran pembinaan olahraga Gorontalo terkait persiapan PON diakui atau tidak akan menjadi tugas awal Fikran. Fikram harus mampu meyakinkan dengan melakukan pendekatan yang baik dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo.

Dengan tidak bermaksud meremehkan potensi cabang olahraga lain, Gorontalo masih tetap mengandalkan cabang olahraga sepak takraw untuk mempertahankan tradisi medali emas di PON 2020.

Sebetulnya Gorontalo masih punya potensi di cabang olahraga ski air. Namun cabor yang juga penyumbang medali emas Gorontalo di PON 2012 itu kini sudah tak bisa diandalkan lagi karena selain pembinaanya tak jalan juga atlet peraih emasnya, Umuh Toibatus Sholeha sejak PON 2016 lalu Jabar hengkang ke DKI.

Umuh Toibatus Sholeha peraih emas PON 2012 Pekanbaru,Riau (Foto/ist)

Kondisi itu diperparah lagi dengan vakum-nya Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Ski Air & Wakeboard Indonesia (PSAWI) Gorontalo. TOR-10

TINGGALKAN KOMENTAR