JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Pengakuan jujur disampaikan Jafri Sastra, pelatih sepakbola yang malang melintang menangani tim-tim papan atas di Liga Indonesia soal keberadaan Komunitas Mitra Devata di Bali. Pria asal Padang, Sumatera Barat yang saat ini menangani tim PSIS Semarang tersebut pun mengaku, jika selama ini dirinya sangat berkeinginan untuk bisa menyapa para mantan pesepakbola yang ada di komunitas yang berdiri sejak tahun 2015 ini.

Terlebih ada nama Purwanto Iman Santoso disitu, yang belakangan diketahuinya sebagai orang yang mendedikasikan dirinya untuk menyatukan para legenda sepakbola yang sebagian besar putra Bali ini.

“Awalnya saya penasaran saja dengan sosok pak Purwanto. Mana sih orangnya? Pertanyaan itu muncul dalam pikiran saya ketika mendengar nama beliau dari beberapa mantan pemain di Semarang.”ujar mantan pelatih Persipura ini.

Gayung bersambut, rasa penasarannya untuk bertemu dengan pria yang berprofesi sebagai kontraktor baja itu akhirnya terwujud kala PSIS melawat ke kandang Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar tanggal 22 Juni 2019 lalu.

Malam sebelum duel tim besutannya melawan Bali United itu, Jafri Sastra yang datang bersama pelatih kiper I Komang Putra dan pelatih fisik Budi Kurnia diundang khusus Purwanto untuk makan malam bersama di salah satu resto di kawasan Kuta. Saat itulah keduanya bertemu, bersalaman dan panjang lebar menceritakan pengalaman masing-masing. Rupanya, yang membuat penasaran Jafri Sastra adalah, soal totalitas Purwanto yang sudah memasuki tahun keempat mengurusi Mitra Devata.

“Saya pun bertanya-tanya. Kenapa orang ini mau saja menghabiskan uangnya hanya untuk mengumpulkan mantan pemain lalu bersenang-senang dengan bermain bola happy fun. Yang seperti ini setahu saya tidaklah banyak. Ada juga, tapi tidak rutin seperti Mitra Devata yang sampai tur keluar Bali kayak jadwal laga away di Liga profesional saja.”ucapnya.

Dikesempatan itu, Purwanto yang didampingi tiga legenda sepakbola Bali, Wayan Sukadana, Komang Mariawan dan Ida Bagus Mahayasa memberikan kenangan-kenangan berupa jersey Mitra Devata untuk Jafri Sastra.

“Saya terus berharap, Mitra Devata bisa menjadi contoh bagi komunitas-komunitas serupa lainnya yang ada di tempat lain. Karena selain bermain bola, ternyata mereka juga menggelar coaching clinic dan aksi sosial. Ini patut ditiruh dan sangatlah positif.”ungkapnya.(Yan Daulaka/TOR-10)

TINGGALKAN KOMENTAR