Ketua Pengrov PSI DKI Amalia Chrisna Damayanti tengah memberikan keterangan pers (Foto/OLII)

JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Di tengah kesulitan pendanaan untuk pembinaan dan pengembangan cabang olahraga squash di DKI Jakarta, dukungan yang diberikan PT.Garuda Indonesia dinilai merupakan keberkahan yang luar biasa. Mudah-mudahan dukungan perusahaan penerbangan nomor satu di Indonesia dan terkemuka di dunia itu akan semakin memotivasi atlet-atlet squash DKI untuk meraih prestasi lebih tinggi.Gambar mungkin berisi: 15 orang, orang tersenyum

Hal itu disampaikan Ketua Umum Persatuan Squash Indonesia (PSI) Pengprov DKI Amalia Chrisna Damayanti kepada wartawan seusai menerima bantuan pendanaan dari PT Garuda Indonesia di Lapangan Squash Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Sabtu, (27/7).

Bantuan senilai Rp.250 juta itu diserahkan langsung oleh Direktur Utama PT Garuda Indonesia  I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra disaksikan Ketua Umum PB.PSI Alfitra Salam, Sekjen PB.PSI Sylviana Murni, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Mohamad Firdaus dan Wakil Ketua Umum KONI DKI Jaya I Gede Sarjana.

Menurut Amalia, kendala utama yang dihadapi oleh PSI DKI dalam mengembangkan olahraga squash ini adalah kekurangan lapangan yang standar nasional. Oleh karenanya dia berharap pihak swasta dan BUMN bisa memberikan perhatian dan kepeduliannya seperti dilakukan oleh PT.Garuda Indonesia.Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang berdiri dan dalam ruangan

Kendati bukan dalam bentu dana CSR, tapi apa yang dilakukan PT.Garuda Indonesia dengan menggalang dana melalui pemotongan gaji bulanan para direksi patut diapresiasi.”Sungguh saya sendiri terharu melihat apa yang telah dilakukan oleh Pak Gusti Askhara yang menggalang dana untuk pembinaan squash DKI melalui pemotongan gaji para direksi. Ini luar biasa dan semakin membuat kami pengurus, pelatih dan atlet semakin termotivasim,”kata Amalia.

Wanita cantik enerjik ini kemudian mengibaratkan squash DKI ini ingin terbang tinggi bersama Garuda Indonesia. Amalia sendiri berjanji akan all out untuk mengembangkan cabor squash di DKI ini.

Ketika dilantik sebagai Ketua Umum baru PSI DKI beberapa waktu lalu Amalia mengaku langkah pertama dalam programnya ke depan adalah membangun lapangan squash yang standar internasional sebagai tempat latihan bagi calon atlet handal berprestasi tinggi.

Probela yang dihadapi DKI seperti dikatakan Amalia juga dirasakan oleh daerah lain. Oleh karenanya, menjadi tantangan kita semua khususnya PB.PSI untuk mencari solusi agar pembinaan squash ini berjalan lancar tanpa ada hambatang.

Di DKI sendiri sebetulnya, menurut Amalia, sudah ada beberapa Gambar mungkin berisi: 9 orang, orang tersenyum, orang di panggung, orang berdiri, sepatu dan dalam ruangan kosong yang disiapkan untuk membangun baik renovasi maupun membangun dari awal. Biayanya memang bervariasi misalnya untuk renovasi saja bisa menelan dana sekitar Rp.400 juta.

PB.PSI pun telah membantu sarana latihan untuk squash DKI seperti di Garden City, lapangan Koja Jakarta Utara yang memiliki tiga lapangan.

Ketua Umum PB.PSI Alfitra Salam secara terpisah juga mengakui bahwa kendala lapangan yang selalu menghambat proses pembinaan dan pengembangan olahraga ini lebih maksimal.

Hingga sekarang pun, lanjut mantan Sesmenpora ini, PB.PSI baru memiliki 17 Pengprov. Untuk pengembangan lebih luas tentu selalu dilakukan oleh PSI namun lagi-lagi semua itu terkendala fasilitas lapangan.

“Harapan kita tentu, ada tempat latihan yang memadai bagi para atlet DKI untuk berlatih agar juga bisa melahirkan bibit-biit atlet yang bakal menjadi andalan tidak hanya DKI, tapi juga Indonesia,” kata Alfitra yang juga diamini Sekjen PB PSI, Sylviana Murni.

Sebagai Ketua Umum Pengprov PSI DKI dua periode sebelumnya, Sylviana Murni juga berharap apa yang sudah ia hasilkan bisa dilanjutkan dengan baik.

“Saya sebagai Ketua umum Pengprov PSI dua periode sebelumnya, bersyukur menemukan seorang Amalia yang punya semangat yang luar biasa. Saya juga berharap pesan dari pak Alfitra bisa dijalankan dengan sebaik mungkin,” tandasnya.

Keluhan dari squash DKI dan bahkan PB.PSI ini ternyata didengar oleh Direktur PT.Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara.”Untuk sementara ini kami bersama para Direksi urunan dengan memotong gaji bulanan yang disumbangkan kepada squash DKI. Mudah-mudahan ke depan PT.Garuda Indonesia secara cooperate  bisa melakukan hal yang sama. TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR