Taufik Panji Alam didampingi Staf Khusus Sekjen KONI Pusat Joko Hambardin tengah memimpin rapat persiapan terakhir Panpel (Foto/OLII)

JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Tercatat 53 tim dipastikan ambil bagian dalam Festiva Sepakbola usia dini Semarak Kemerdekaan Piala Ketua Umum KONI Pusat 2019 yang berlangsung 17-18 Agustus di Lapangan Galapuri Cileduk Tangerang, Banten.

Ada tiga kategori yang dimainkan dalam Festival yang merupakan kerjasama Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLISPI) Pusat dengan para pewarta olahraga peliput KONI Pusat. Ketiga kategori itu adalah KU-8, KU-10 dan KU-12.

Menurut Ketua Panpel Taufik Alam, dalam Festival kali ini tak bisa dielakkan lagi persaingan di antara peserta bakal ketat dan seru. Pasalnya tim-tim peserta yang ikut sudah pengalaman malang melintang ikut turnamen kelompok umur.

Para pelatih dari semua tim pun tentu sudah menyiapkan timnya dengan maksimal. Strategi juga sudah disiapkan. Makanya, lanjut Taufik, di Piala Ketua Umum KONI Pusat ini juga bakal terjadi perang strategi.

Dengan pembagian grup yang telah dilakukan, khusus KU-8 dan KU-10, satu tim cukum mengantongi dua kemenangan untuk lolos dari penyisihan grup. Sejak babak penyisihan grup sudah diwarnai persaingan panas.

Memang ada beberapa tim unggulan yang diprediksi bakal melenggang mudah ke babak berikutnya seperti FU15, BJS, Pelita Jaya, Metro Kukusan, Diklat Paku Jaya dan UMS. Tim-tim ini bukan tim baru yang sekeder menjadi peserta. Mereka bahkan mematok juara.

Sementara untuk katagori U-10 yang sudah menjadikan tim secara mental akan muncul tim kejutan. Untuk KU-10 ini jelas Bina Sentra asal Cirebon menjadi momok tim lainnya. Untuk Ku-12, juga tidak kalah gengsinya, dengan jumlah 24 tim peserta jelas ini menjadi tugas berat para tim untuk bersaing di babak penyisihan nanti, seperti Garuda Lampung.

Tim Garuda Lampung diapstkan akan membawa tim terbaiknya karena mereka datang jauh-jauh sehingga tak mau jadi santapan lawan. Namun demikian Taufik Panji Alam mengingatkan semua tim peserta menjunjung tinggi fair play dan sportifitas.

Meski persaingan bakal ketat, kekisruhan bisa dihindari asalkan semua tim tampil dengan semangat fair play. ”Sejauh kita menjunjung tinggi sportifitas dan fair play saya jamin tak akan ada masalah di lapangan,”kata Taufik.

Terkait legalitas pemain, Taufik berharap di pertandinggan nanti semua tim wajib membawa data asl. Apabila ada protes kemudian tim yang diprotes tidak bisa menunjukan bukti kuat atau data dengan baik maka panitia langsung menindak tegas dengan mendiskualifikasi tim bersangkutan.TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR