JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Dengan motto ”Tiada hari tanpa tenis” Turnamen RemajaTenis turut serta menyemarakkan tenis yunior Indonesia sebagai bagian dari upaya mendorong perkembangan tenis di daerah-daerah yang belakangan ini mulai menggeliat.

Dalam waktu dekat ini tepatnya, 7-8 September di Lapangan Tenis GOR Sultan Agung Bantul DIY digelar RemajaTenis Bantul sudah. Turnamen yang merupakan kerjasama dengan Pelti Kabupaten Bantul itu merupakan even yang kesepuluh.

Hingga saat ini sudah tercatat 70 atlet yang telah mendaftar untuk KU- 8, KU-10, KU-12, KU-14, KU-16 dan KU-18.

Promotor RemajaTenis August Ferry Raturandang  dalam siaran persnya dikirim ke TribunOlahraga.com, menyebutka bahwa sudah banyak petenis muda usia yang prestasinya menonjo dari turnamen ini.

” Sudah banyak petenis kita merasakan RemajaTenis ini. Meski baru mencakuo 22 Provinsi kami merasakan adanya perkembangan yang signifikan. Justru bibit bibit berasal dari petenis daerah,”tambah Ferry Raturandang.

Sebenarnya konsep RemajaTenis sangat menbantu Pelti di daerah daerah karena biayanya rendah dan lebih penting lagi tidak terlampau mengganggu jadwal sekolah anak-anak pelajar.

” Terus terang dunia pendidikan kita tidak mendukung olahraga khususnya tenis. Keluhan orang tua banyak sekali saat minta ijin tidak masuk sekolah anaknya ikut turnamen. Disuruh pilih sekolah atau Tenis. Ini sebuah dilematis yang harus ada solusi, jangan sampai potensi anak-anak poelajar ini terganjal hanya karena kebijakan sekolah,”demikian Ferry Raturandang. TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR