Edi Nurindra tengah memberikan materi terkait penerapan sport scince di Lemkari (Foto/Humas Lemkari)

CIBUBUR-(TribunOlahraga.com)

Jelang digelarnya Kejuaraan Nasional di Gedung POPKI Cibubur, Jakarta Timur, Pengurus Besar Lembaga Karate-do Indonesia (PB.Lemkari), terus menggalakkan pentingnya Sport Science kepada para karateka, wasit juri, pelatih, hingga Dewan Guru.

Pentingnya, sport science bahkan diutarakan langsung oleh Kepala Pusat PP ITKON, Edi Nurinda Susila di sela-sela Kegiatan Nasional Lemkari 2019 di Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur pada Kamis (5/9).Gambar mungkin berisi: 1 orang

Salah satu kegiatan di Giatnas Lemkari (Foto/Humas Lemkari)

“Karena suka tidak suka, mau tidak mau, kita harus mulai menerapkan sport science yang menggabungkan Ilmu Pengetahun dengan teknologi. Saya apresiasi kalau memang pelatih-pelatih tua yang cenderung sulit untuk beradaptasi dengan sport science, mulai membiasakan diri menerapkan ini. Memang teknologi itu mahal, tapi kita bisa berkolaborasi dengan lembaga-lembaga di perguruan tinggi yang memiliki pengembangan sport science, seperti di UNJ dan UPI,” kata Edi kepada para awak media.

Ia menambahkan bahwa dengan memanfaatkan sport science, relatif akan membantu Pengurus Besar Lemkari yang diketuai Prof. Dr. Yuddy Chrisnandi, S.H., M.E. jika dibandingkan dengan merawat peralatan yang biayanya relatif lebih mahal. Tidak hanya dalam hal pembinaan, sport science juga diharapkan nantinya juga bisa diterapkan di dalam pertandingan.Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang tersenyum, strip dan dekat

Patrick Lim bersama Humas Lemkari Joko Hambardin (Foto/Humas Lemkari)

“Itu sangat dimungkinkan karena sekarang ini, sudah banyak cabang olahraga menggunakan sport science. Artinya, lambat laun Lemkari juga harus mengarah ke sana, karena kalu tidak akan tergerus,” ungkap Edi yang juga menjadi salah satu pembicara dalam Kegiatan Nasional Lemkari 2019.

Selain Edi, Lemkari juga mendatangkan pelatih asal Malaysia, Patrick Lim. Menurutnya, sport science bisa membantu para pelatih yang selama ini kerap keliru dalam memoles para atlet dalam pelatihan. Hal itu diungkapkan Angel Ibrahim, selaku Ketua Panitia kegiatan Nasional Lemkari 2019.

“Dibutuhkan teknik pergerakan yang betul dalam berlatih karate. Selama tiga hari ini beliau memberikan materi yang sangat bagus, sehingga banyak peserta yang meminta Pak Patrick untuk datang lagi tahun depan” jelasnya.

Menurut Patrick Lim, ada 2 prinsip melakukan gerakan yaitu gerakan linier (garis lurus) dan gerakan motion (berputar). Selama ini banyak latihan tertentu yang dilakukan secara salah karena kurangnya pemahaman tentang gerakan tersebut yang mungkin dapat merugikan siswa/atlet.

No pain, No Gain (tidak ada rasa sakit, tidak ada keuntungan,” lanjut Angel menerjemahkan filosofi yang dimaksud Patrick Lim adalah dalam konteks pelatihan yang salah, sehingga para atlet rentan cedera saat berlatih.

Patrick Lim merupakan mantan Ketua Dewan Wasit AKF (Asian Karatedo Federation) dan pernah menjabat sebagai anggota Dewan Wasit WKF (World Karatedo Federation), Ia juga pernah empat kali menjadi Technical Delegate Asian Games, menjadi pelatih nasional di negaranya dari tahun 1998-2014.

Tidak heran bila ilmu yang disampaikannya selama tiga hari kepada ratusan pelatih, wasit juri, dan Dewan Guru. Setelah Kegiatan Nasional Lemkari 2019. Puncak dari kegiatan Nasional ini nantinya akan berakhir pada Kejuaraan Nasional yang digelar 6-8 September 2019 dan direncanakan akan dibuka DR. (HC) Imam Nahrahwi, S.Ag., M.K.P., Menteri Pemuda dan Olahraga.TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR