Lan Ananda (duduk) bersama seluruh Ketua dan Pengurus Pengkab/Pengkot TI Bali (Foto/Yan Daulaka)

DENPASAR-(TribunOlahraga.com)

Anak Agung Ngurah Lanang Agung Lan Ananda, mantan Ketua Umum TI Bali yang diganti secara mendadak oleh PBTI sebagai induk organisasi menyatakan bahwa penggantian dirinya karena sarat kepentingan PORPROV bukan karena dirinya melakukan kesalahan seperti yang dituduhkan.

“Lihat saja surat keputusannya, yang tidak ada menyebutkan kesalahan apa yang saya lakukan dan pasal yang dilanggar dalam AD/ART. Atas tuduhan saya melakukan kesalahan tersebut tanpa pembuktian itu maka setelah Porprov TI digelar saya akan mengajukan nota keberatan dan mosi tidak percaya kepada PBTI sebagai induk cabor Taekwondo Indonesia, hanya untuk menunjukkan kepada seluruh insan TI bahwa PBTI bukan lembaga militer yang bisa menyatakan lembaga dibawahnya bersalah tanpa menyebutkan kesalahan dan pasal yang dilanggar. Emangnya TI ini junta militer ujarnya tertawa.

Lan menambahkan bahwa dirinya dan seluruh jajaran Pengprov TI Bali sama sekali tidak kaget dengan keluarnya surat PBTI tersebut karena saat acara pengibaran bendera peserta Porprov di Tabanan, telah beredar isu yang dihembuskan oleh salah satu Ketum Konida dan beredar diseluruh pejabat koni kabupaten bahwa akan ada kejutan di TI dalam kurun waktu 2 hari.

Disamping itu saya diinformasikan bahwa salah satu kepala instansi militer diminta untuk menggantikan saya namun beliau menolak. Seluruh ketua-ketua pengkab saya juga diminta masukan oleh instansi militer soal Muskablub Badung yang menandakan bahwa sudah ada komunikasi soal penggantian saya yang mana seharusnya masa bhakti saya sudah berakhir di bulan Juni dan diperpanjang karena adanya Porprov.

Statement salah satu Ketum Koni kabupaten disalah satu media massa yang berharap Plh/Plt Ketum TI untuk menganulir keputusan saya tidak memberikan rekomendasi kepada atlet pelatnas yang terang-terangan menolak membela Bali di Pra Pon adalah korelasi kepentingan yang saya maksudkan. Lihat saja figur dan asal dari Ketum TI yang baru dan susunan pengurusnya ujarnya secara kritis.

Lan yang menahkodai TI Bali selama 9 tahun ini hanya berharap cabor Taekwondo Indoensia tetap berjalan lancar dalam Porprov nanti dan penggantian dirinya tidak berdampak apapun pada kejuaraan tersebut. Oleh karena itu dirinya tetap mendukung Plh/Plt Ketum yang baru untuk memajukan TI Bali, meskipun tetap mempersoalkan PBTI karena menuduh dirinya melakukan kesalahan tanpa pembuktian ujarnya dengan tegas.(Yan Daulaka/TOR-10)

TINGGALKAN KOMENTAR