Imam Sudjarwo (Foto/OLII)

BOGOR-(TribunOlahraga.com)

Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP.PBVSI) Komjen Polisi (Purn) Drs Imam Sudjarwo berharap laga ujicoba internasional yang dilakoni timnas bola voli Indonesia jadi ajang asah kemampuan. Karena dari laga ujicoba itulah tim pelatih dan para pemain bisa mengevaluasi diri sampai sejuah mana kemampuan mereka selama ini.Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih dan dalam ruangan

Hal itu disampaikan Imam Sudjarwo saat melepas keberangkatan timnas bola voli putra dan putri di Padepokan Bola Voli Jenderal Polisis (Purn) Kunarto, kawasan Sentul, Bogor Jabar, Senin, (9/9) malam.

Seperti diketahui Timnas bola voli putra Indonesia  akan tampil di Kejuaraan Asia senior di Teheran, Iran, 13-21 September 2019. Sementara tim putri akan mengikuti kejuaaan Bola Voli tingkat Asia Tenggara (SEAVA) di Bangkok, Thailand.

Kedua even internasional itu bagi timnas bola voli Indonesia juga menjadi ajang pemanasan menjelang SEA Games 2019 di Filipina di mana PP.PBVSI mematok target medali emas.

”Meski ini hanya pertandingan ujicoba namun saya minta kepada para pemain untuk bertanding habis-habisan. Laga ujicoba bukan untuk main-main, kalian harus tunjukkan kemampuan terbaiknya,”kata Imam.

Menurut mantan Wakapolri ini, sasaran utama timnas bola voli Indonesia tahun ini adalah SEA Games di Filipina. Khusus putra diharapkan bisa mengembalikan tradisi medali emas yang sudah hampir 15 tahun lepas dari genggaman kita.

Oleh karenanya, kesempatan waktu yang tersisa jelang SEA Games di Filipina digunakan secara maksimal. Dan sejumlah laga ujicoba internasional ini adalah bagian dari pematangan  persiapan.

Di kejuaraan Asia senior putra, Indonesia berada di grup D bersaa Korsel, Kuwait dan Pakistan. Berdasarkan jadwal yang dikeluarkan pihak panpel, pada laga perdana tanggal 13 September timnas Indonesia akan menghadapi Kuwait, dua hari kemudian (15/9) jumpa Pakistan dan (18/9) menghadapi tim kuat Korsel.

Imam juga berpesan kepada para pemain agar melipatgandakan semangat juang karena mereka adalah wakil dari 250 juta penduduk Indonesia untuk mengibarkan Merah Putih dan mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

”Semangat juang itu adalah modal utama dan sangat penting, karena semangat adalah enerji positif yang membuat siapa pun pasti akan memiliki kekuatan dasyat. Begitu juga halnya dengan atlet, kalau tak ada semangat juang, pasti pada dirinya didominasi enerji negatif dan itu akan membuat kita lemah,”tandas pengganti Ketua Umum PP.PBVSI sebelumnya Jenderal Polisi (Purn) Sutanto itu.

Pimpinan Proyek Pelatnas Bola Voli SEA Games 2019 Loudry Maspaitella dalam laporannya mengatakan persiapan menghadapi Kejuaraan Asia ini sudah maksimal. Untuk ke kejuaraan Asia yang melibatkan 16 negara ini, timnas Indonesia hanya membawa 14 peman dan ada 4 pemain tidak ikut dan menunggu di pelatnas. Sekembalinya dari kejuaraan Asia akan dilakukan seleksi akhir pembentukan tim inti.

Menanggapi target di kejuaraan Asia, Laudry mengatakan para pemain dan ofisial tim sudah punya tekad sama yakni ingin meraih hasil terbaik. Memang kita akui lawan-lawan yang kita hadapi di kejuaraan Asia juga cukup berat. Namun bukan berarti kita langsung menyerah.

”Tadi Pak Ketua Umum sampaikan tunjukkan semangat bertanding karena itu adalah modal utama menghadapi sebuah pertandingan. Ya mudah-mudahan dengan persiapan matang, para pemain bisa tampil dengan kemampuan terbaiknya,”tambahnya.

Pada kejuaraanAsia 2017 di Gresik, Jatim timnas bola voli putra Indonesia berhasil membuat sejarah dengan menembus posisi 4 besar untuk pertama kali dalam kompetisi voli yang digelar sejak 42 tahun lalu tersebut.

“Target awal, kami ingin menembus babak delapan besar. Selanjutnya, kami ingin memperbaiki peringkat,” kata Asisten pelatih timnas bola voli putra Indonesia, Joni Sugiyatno.

Menurut Joni, tim asuhannya minimal mengamakan dua kemenangan pada fase grup lebih dulu untuk memudahkan langkah ke babak selanjutnya. Tim pelatih sudah punya gambaran saat bertemu Korea pada 2017.

Pada saat jumpa Korsel di kejuaraan Asia dua tahun lalu itu, lanjut Joni, Indonesia menelan kekalahan 0-3. Tahun ini, Indonesia tidak diperkuat oleh Rivan Nurmulki karena sedang fokus memulihkan cedera ACL (ligamen lutut).Rivan terpilih sebagai opposite spiker terbaik pada Kejuaraan Asia 2017.

 

TINGGALKAN KOMENTAR