JAKARTA-(TribunOlahraga.com)
Prestasi kontingen Jateng pada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) 2017di Makassar, Sulsel kurang menggembirakan karena hanya berada di urutan ke empat setelah Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan. Sampai-sampai Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pun meminta agar Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata dan Komite Olahraga Nasional Indonesia Jateng untuk berpikir keras mempersiapkan atlet-atlet terbaiknya.
Ganjar pun kemudian mendorong agar Dispora dan KONI Jateng menyiapkan sistem informasi olahraga yang baik untuk memetakan atlet dan pelatih di Jawa Tengah, cabang olahraga apa saja yang berprestasi serta mana yang perlu didorong.
Sorotan sang Gubernur Jateng ini membuat Badan Pembinaan  Olahraag Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Jateng tertantang untuk menujukkan prestasi terbaiknya d ajang POMNas 2019 Jakarta ini.Pada POMNas ke-16 ini kontingen Jateng yang dipimpin Taufik Hidayah itu mengirimkan 287 atlet yang ikut semua (19) yang dipertandingkan.
Sama dengan kontingen daerah lain, Jateng di POMNas ini menyertakan atlet-atlet Pelatda PON 2020 Papua. Bahkan atlet pelatnas SEA Games 2019 Filipina ikut memperkuat kontingen Jateng.
Lalu bagaimana persiapan dan target Jateng di POMNas yang berlangsung 19-26 September itu berikut ini petikan wawancara khusus TribunOlahraga.com dengan Wakil Ketua Kontingen yang juga Wakil Sekretaris  Umum BAPOMI Jateng, Latif Hendro Wibowo, Minggu, (22/9).
TOR:  Bagaimana persiapan kontingen Jateng menuju POMNas 2019 ini ?
Jawab: Persiapannya jelas jauh lebih baik ketimbang waktu kami menghadapi POMNas dua tahun lalu di Makassar, Sulsel. Pasalnya sebahagian besar atlet yang dipersiapkan ini juga masuk dalam program Pelatda PON 2020 Papua. Bahkan ada beberapa atlet yang ikut pelatnas SEA Games 2019 Filipina. Mudah-mudahan dengan persiapan yang matang, hasilnya lebih baik dibanding POMNas sebelumnya.
TOR: Apa target Jateng di POMNas 2019 ini ?
Jawab: Bapak Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo telah menginstruksikan  Dispora dan KONI Jateng agar persiapan kontingen Jateng baik menghadap PON 2020 Papua maupun POMNas 2019 Jakarta ini harus terintegrasi dengan baik. Nah BAPOMI sebagai penanggungjawab prestasi untuk even POMNas tentu harus menunjukkan prestasi juga. Kami ingin menempati posisi tiga besar, yang berarti bisa posisi pertama atau kedua. Jadi tidak semata masuk peringkat tiga.
TOR: Kalau demikian, Jateng akan menggusur posisi Sulsel yang menempati urutan ketiga di POMNas dua tahun lalu ?
Jawab: Bukan menggusur, dalam olahraga harus dinamis dan perkembangan prestasi juga tidak boleh statis.Nah Jateng juga menginginkan adanya perbaikan. Ini tantangan bagi Jateng untuk mewujudkan target itu.
TOR: Cabang olahraga apa saja yang menjadi andalan utama Jateng untuk mendulang medali emas ?
Jawab: Semua atlet dari 19 cabor yang kami turunkan di POMNas ini diwajibkan untuk merebut medali emas. Iya dong, kalau tak ada peluang atau harapan mendapat medali emas, untuk apa kami kirim. Bagi kami POMNas bukan ajang untuk jalan-jalan, mereka harus menunjukkan prestasi. Dan yang menggembirakan kami, semua atlet dan para pelatih merasa tertantang dan bukan terbebani.
TOR: Tadi Bapak mengatakan persiapan ke POMNas ini terintegrasi, bisa dijelaskan lebih jauh ?
Jawab: Begini, Dispora dan KONI Provinsi serta cabang olahraga adalah tiga serangkai yang mengendalikan pembinaan prestasi. Nah BAPOMI tentu harus masuk ke dalam lingkaran itu karena membangun prestasi tak bisa hanya mengandalkan satu institusi saja. Contoh BAPOMI juga selalu bergandengan tangan dengan Perguruan Tinggi yang ada di Jateeng, Untuk POMNas ini saja ada 27 Perguruan Tinggi menyumbang atlet terbaiknya. Memang mayoritas atlet dari Universitas Negeri Semarang (UNNES).TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR