Sastra Wibawa, Ketua Kontingen POMNAs 2019 Bali (Foto/ist)
JAKARTA-(TribunOlahraga.com)
Bali merupakan salah satu kekuatan olahraga nasional di luar Jawa. Di ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) pun mereka selalu bertengger di posisi delapan besar.
Pada POMNas 2019 Bali yang berkekuatan 139 atlet dan ikut 15 cabang olahraga (cabor) utama plus 1 cabor eksibisi itu hingga Rabu, (25/9) untuk sementara bertengger di posisi kelima dengan raihan 7 medali emas, 13 perak, 10 perunggu.
Tujuh medali emas Bali itu dihasilkan dari cabang olahraga atletik (3), judo, tarung derajat petanque dan pencak silat (masing-masing 1)..Kontingen yang diketuai Sastra Wibawa itu masih punya peluang menambah pundi-pundi emas dari pencak silat yang pertandingan berlangsung hingga Kamis, (26/9) ini dan voli pasir..
Untuk mengetahui bagaimana persiapan dan apa target Bali di POMNas 2019, berikut ini petikan wawancara TrbunOlahraga.com, media partner POMNas 2019 dengan Ketua Kontingen Bali yang juga Wakil ketua Bapomi Bali, Sastra Wibawa..
TOR: Hingga hari ketujuh, Rabu, (25/9) Bali sudah mengantongi 7 medali emas, 13 perak dan 10 perunggu bertengger di urutan kelima. Secara hasil apakah Bapak merasa puas ?
Jawab: Sebetulnya kami ini tak ada target muluk-muluk, hanya ingin bertahan di posisi delapan besar. Kalau sekarang ini posisi kami berada di urutan kelima tentu ini suatu prestasi yang cukup membanggakan. Kami pun menyadari tidak mungkin bersaing dengan kontingen dari Jawa apalagi tuan rumah DKI. Yang pasti hasil ini tak lepas dari kerja keras para atlet dan pelatih.
TOR: Berapa lama persiapan Bali menghadapi POMNas 2019 ini ?
Jawab: Normalnya persiapan kami ini hanya tiga bulan, tetapi para atlet kami ini hampir semuanya sudah ikut pelatda Pra PON dan baru saja mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali. Ini yang agak membantu persiapan kami menuju POMNas ini.
TOR: Sebagai Wakil Ketua Umum Bapomi Bali, bagaimana pengembangan dan pembinaan olahraga di kalangan mahasiswa ?
Jawab: Tak ada yang istimewa, artinya berjalan biasa saja karena kami tetap menekankan pembinaan di tingkat cabor. Bapomi itu hanya memfasilitasi bila ada atlet yang potensial untuk mengembangkan karirnya. Bapomi tetap menjaga keseimbangan antara prestasi olahraga dan akademis. Tak boleh ada ketimpangan. Dan kami melihat keterlibatan kampus dalam pembinaan olahraga sudah mulai meningkat. Buktiknya untuk POMNas tahun ini saja ada 13 perguruan tinggi menyumbangkan atletnya.
TOR: Bagaimana Bapak melihat pelaksanaan POMNas 2019 ini ?
Jawab: Memang untuk mencapai kata ideal atau sempurna itu tak mungkin. Pasti ada kekurangan di sana-sini. Fasilitas, venue pertandingan memang oke meski jaraknya agak berjauhan. Selain itu kami sedikit mengalami kendala dalam pelayanan, LO yang mendampingi kami sepertnya belum berpengalaman. LO yang semestinya memberikan pelayanan malah tak tahu apa tugasnya.
TOR: Esensi POMNas itu sendiri bagi Bapak seperti apa ?
Jawab: POMNas ini sebetulnya bukan untuk kepentingan Bapomi atau perguruan tinggi, tetapi lebih dari itu ini merupakan  salah satu mata rantai pembinaan menuju prestasi nasional dan internasional. Jadi cabang olahraga sangat terbantukan dengan POMNas karena atletnya bisa mengasah kemampuannya sebelum menapaki tangga prestasi yang lebih tinggi. Tadi kan udah saya sebutkan bahwa Bapomi itu menjaga keseimbangan prestasi olahraga dan akademis si atlet. TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR