Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, itulah pepatah yang pas dialamatkan pada atlet tarung derajat Kaltim peraih medali emas Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) 2019 Jakarta, Jefri Adrianus Maneh Asa. Jefri yang mengenal olahraga beladiri tarung derajat sejak 2010 itu mengikuti jejak sang ayah yang juga atlet tarung derajat, Agustinus Maneh Asa.Gambar mungkin berisi: 5 orang, orang berdiri
Prestasi sang ayah pun tak kalah mentereng, peraih medali emas PON 2008 Kaltim. ”Karena sering melihat ayah berlatih tarung derajat, lama-kelamaan saya pun tertarik dan langsung dilatih sama ayah saya,”kata anak sulung dari empat bersaudara ini.
Pada POMNas 2019 ini, Jefri yang kini tercatat sebagai mahasiswa semester III Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Mulawarman tampil di kelas 52,1 sampai 55 kg putra. Di final pria kelahiran Bengalor, Kutai Timur, 14 Januari 1998 ini mengalahkan petarung dari Jateng, M.Aris Suhendra.Gambar mungkin berisi: 1 orang, berolahraga
Dari cabang tarung derajat, Kaltim merebut dua medali emas, satu emas lainnya disumbangkan Nicolaus Toni Sega. Jefri pun mengaku persiapannya menghadapi POMNas ini cukup matang karena satu paket dengan persiapan Pra PON 2020 Papua. Di Kaltim pun prestasi Jefri tak tertandingi, buktinya di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim, medali emas dalam genggamannya.
”Tapi saya tak hanya ingin menjadi juara di level daerah saja, minimal saya bisa mengikuti rekam jejak ayah saya merebut medali emas PON. Pada PON 2020 Papua, saya berusaha mendapatkan medali emas,”tutut Jefri yang juga menyukai permainan sepakbola itu.
Tanggapannya tentang POMNas, Jefri mengatakan sangat membantu proses perkembangan prestasi atlet terutama dalam menambah jam terbang. Apalagi bagi cabang olahraga yang minim even. Ia pun berharap tarung derajat tetap dimainkan di POMNas. (ATO)

TINGGALKAN KOMENTAR