JAKARTA-(TribunOlahraga.com)
Pernah menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008 membuat olahraga Kalimantan Timur (Kaltim) menggeliat. Beberapa cabang olahraga pun melakukan pemusatan latihan nasional (Pelatnas) di Kaltim, sebut saja anggar, catur, pencak silat, tarung derajat dan panahan. Di tingkat perguruan tinggi pun pembinaan olahraganya cukup signifikan.
Untuk menghadapi Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) 2019 Jakarta, ada 60 perguruan tingggi menyumbang atletnya. Hingga menjelang penutupan POMNas 2019, kontingen Kaltim yang diketuai Gufran menduduki posisi ke-12 dengan torehan 2 medali emas, 4 perak dan 6 perunggu. Dua emas itu disembungkan i cabang olahraga beladiri Tarung Derajat atas nama Nicholas Sega dan Jefry Andriano.
Bagaimana pandangan kontingen Kaltim tentang pelaksanaan POMNas 2019 Jakarta dan seperti apa POMNas ke depan, berikut ini adalah petikan wawancara Si Bondi seperti dikutip TribunOlahraga.com dengan Ketua Kontingen Kaltim Gufran yang juga Sekretaris Umum Bapomi Kaltim dan seorang dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Samarinda (STIESAM) itu.
Si Bondi: POMNas 2019 Jakarta sudah memasuki hari akhir, apa penilaian Bapak tentang pelaksanaan POMNas ke-16 ini ?
Jawab: Hanya  satu kata luar biasa karena memang sebagai tuan rumah DKI Jakarta didukung berbagai macam fasilitas, sumber daya manusia (SDM) dan dana. Jadi wajar kalau ini merupakan POMNas paling baik dibanding sebelumnya. Saya termasuk orang lama di POMNas ini, mulai sebagai atlet bola basket pada POMNas tahun 1993 Medan hingga menjadi ofisial pendamping dan kini pimpinan kontingen, pelaksanaan pesta olahraga antarmahasiswa nasional dua tahunan kali ini berkualitas. Memang untuk mendekati kata sempurna tak mungkin, pasti ada kekurangan di sana-sini. Ada satu catatan yang perlu saya garis bawahi kalau bisa ke depan, siapapun yang menjadi tuan rumah, venue pertandingan jangan terlalu berjauhan. Sebaiknya terkonsentrasi pada satu perguruan tinggi saja. Dengan tempat pertandingan berjauhan, mengganggu konsentrasi atlet dan menguras enerji. Sumbar yang menjadi tuan rumah POMNas berikutnya harus memperhatikan masalah ini.
Si Bondi: Bapak sudah lama mengikuti perjalanan POMNas, apa harapannya untuk POMNas ke depan terkait dengan prestasi ?
Jawab: Saya kira ada dua hal utama yang harus dikejar bagi siapapun menjadi penyelenggara POMNas yakni sukses penyelenggaraan dan prestasi. Nah prestasi itu menjadi tanggngjawab kita semua. POMNas ini harus muara prestasinya jelas dan terarah. Jangan ada kepentingan pihak-pihak tertentu hanya mengejar gelar juara umum tanpa melihat muara prestasi itu ke mana ? Kan sudah ada POM Asean, Asia-de dan Olimpiade Mahasiswa (Universiade). BAPOMI pusat bersama lembaga keolahragaan terkait seperti KONI Pusat duduk satu meja memikirkan bagaimana pengembangan olahraga prestasi di lingkungan mahasiswa. Kebetulan saya pengurus inti KONI Kaltim, juga ikut memikirkan hal ini agar POMNas itu berkualitas.
Si Bondi: Di Kaltim sendiri bagaimana pengembangan dan pembinaan olahraga di lingkungan perguruan tinggi ?
Jawab: Sejak kami menjadi tuan rumah PON 2008, pembinaan olahraga di kampus menggeliat, 75 atlet yang kami bawa ke POMNas mengikuti 13 cabor utama plus 1 cabor eksibisi disaring dari 60 perguruan tinggi yang ada di Kaltim. Dan mulai tahun ini kami memberlakukan persyaratan untuk peningkatan akreditasi kampus salah satunya dengan pembinaan olahraga. Perguruan tinggi yang kurang peduli pembinaan olahraga, dipertimbangkan kenaikan statusnya. Ini dimaksud untuk memacu pertumbuhan olahraga di kampus.
Si Bondi:  Pada POMNas ini baru satu cabor yakni Tarung Derajat yang menyumbang medali emas, bagaimana pembinaan cabor lainnya ?
Jawab: Memang dari 13 cabor utama yang kami ikuti baru Tarung Derajat yang merebut medali emas, namun secara keseluruhan hampir semua cabor menghasilkan medali seperti perak dan perungu. Jadi tak ada cabor tanpa medali. Prinsip kami setiap atlet  atau cabor ikut setiap pertandingan apalagi yang sekelas POMNas, harus menyumbang medali. (ATO)

TINGGALKAN KOMENTAR