David Benavidez.
JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

DUEL keras terjadi antara David ‘El Bandera Roja’ Benavidez  (22-0-0, 19 KO) dan Anthony ‘The Dog’ Dirrell (33-2-1, 24 KO) dalam laga co-main event Errol Spence Jr vs Shawn Porter di Staples Center, Los Angeles, Sabtu (28/9) malam waktu setempat.

Dalam laga berdarah-darah itu, Benavidez menghentikan Dirrell pada ronde 9 untuk mempertahankan sabuk gelar kelas menengah super [76,2kg] WBC.

Setelah mempelajari kelemahan lawan, Benavidez tancap gas ronde 5 dengan pukulan-pukulan kerasnya. Dirrell coba membalas, namun Benavidez mampu menghindari serbuan-serbuan lawan.

Pada ronde 6, sebuah hantaman keras Benavidez membuat bagian mata kanan Dirrell terluka dan berdarah. Hal itu membuat Dirrell bertarung nothing to lose. Ia coba terus menggebrak untuk mendapatkan kemenangan KO karena sadar sudah tertinggal angka.

Setelah kenyang kena pukulan di ronde 7 dan 8, pendamping Dirrell akhirnya memutuskan untuk menghentikan duel di pertengahan ronde 9 di menit 1:39.

Sementara pada duel utama yang digelar pascalaga Benavidez-Dirrell, Errol ‘The Truth’ Spence Jr (26-0-0, 21 KO), juara kelas welter [66,68kg] mengalahkan juara kelas welter WBC Shawn Porter (30-3-1, 17 KO) dengan angka split dalam laga unifikasi di Staples Center, Los Angeles, Sabtu (28/9) malam.

Duel berlangsung keras dari ronde ke ronde. Porter tampil sangat agresif namun Spence terus meladeni tiap serbuannya.

Di ronde 7, Spence mampu menyarangkan pukulan kiri keras membuat Porter terjatuh bertumpu dengan glove-nya.

Skor 116-111, 116-111 untuk Spence Jr, dan 115-112 untuk Porter.

Pada duel lainnya, Mario ‘El Azteca’ Barrios (25-0-0, 16 KO) menang angka atas Batyr Akhmedov (7-1-0, 6 KO) dalam duel perebutan gelar lowong kelas ringan super [63,5kg] WBA.

Menjatuhkan lawan dua kali di ronde 4 dan 12, kemenangan Barrios dianggap kontroversial 114-112, 115-111, dan 116-111. Unggul dua ronde awal, Akhmedov tampil dominan sejak ronde 7 hingga akhir, kecuali terjatuh di ronde 12.

Karena itu, ketika ia menerima sabuk gelar kelas ringan super WBA yang lowong, penonton berteriak mencemooh keputusan hakim.

Sementara itu, petinju veteran Travis Gambardella, dalam posisi masih berdiri pada detik ke-53 ronde 3, harus mengaku kalah dari Joe Spencer.

Sebuah hook kiri tajam Spencer menerpa rahang Gambardella, membuatnya tak tahu lagi harus berbuat apa, meski ia tidak sempat terjatuh.

Spencer (9-0-0, 7 KO), petinju belia berusia 19 tahun asal Michigan, menjatuhkan Gambardella dua kali di ronde 1. Ketika duel dihentikan wasit, Gambardella memang masih coba melakukan protes.

Gambardella (5-1-2, 2 KO) bertarung gagah berani. Namun, Spencer masih terlalu kuat baginya. Pukulan-pukulannya dengan telak mengenai kepala dan menghantam tubuhnya. Sangat berbahaya bila wasit membiarkan Gambardella benar-benar menyerah.

Berikut hasil-hasil pertarungan undercard lainnya:

Kelas menengah [72,57kg]: Misael Rodriguez (10-0-0, 5 KO) asal Meksiko menang TKO ronde 3 atas Brandon Maddox (7-3-1, 5 KO).

Kelas welter [66,68kg]: Fabian Maidana (17-1-0, 13 KO) asal Argentina, adik kandung eks juara dunia kelas welter WBA Marcos Maidana, menjatuhkan Ramses Agaton (21-11-3, 11 KO) dengan pukulan kanan. Duel dihentikan menit 2:07 ronde 1.

Kelas menengah: Leon Lawson III (12-0-0, 5 KO) dengan keunggulan jab dan pukulan kanannya menang mudah atas Alan Zavala (15-6-0, 13 KO). Lawson III menghentikan Zavala menit 2:27 ronde 2.

Kelas welter junior [63,5kg]: Amon Rashidi (7-1-0, 5 KO), petinju di bawah manajemen Spence Jr, menang angka mayoritas atas Alfonso Olvera (12-6-3, 4 KO). Dua hakim memberi Rashidi skor 79-73, 79-73, sementara hakim lainnya memenangkan Olvera, 78-74.

Kelas bulu [57,15kg]: Fernando Garcia (12-2-0, 7 KO) kalah angka mayoritas dari Tony Lopez (15-7-0, 6 KO) dalam duel menarik di mana keduanya sama-sama berani bertransaksi pukulan sepanjang 8 ronde.

Kelas menengah super [76,2kg]: Burley Brooks (4-0-0, 4 KO) menghancurkan Fabian Valdez (3-6) di ronde 1 dengan 4 kali jatuh sampai akhirnya wasit menghentikan pertarungan menit 2:35.TOR-05

TINGGALKAN KOMENTAR