Oleh: SUHARTO OLII

Kongres Komite Olimpiade Indonesia (KOI) ke-3 2019 sudah berlalu. Kongres KOI yang digelar di The Rizt Carlon Hotel Mega Kuningan Jakarta Selatan, 9 Oktober itu telah mengantarkan duet Raja Sapta Oktohari (RSO) dan Warih Sadono sebagai Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum KOI periode 2019-2023.

Sembilan anggota Komite Eksekutif (KE) dan sembilan anggota Komite Dewan Etik KOI juga sudah terpilih dalam Kongres KOI yang dihadiri perwakilan Kementerian PMK dan Kemenpora.

Kini kita menantai wajah ”Kabinet” KOI untuk melengkapi personel kepengurusan lembaga keolahragaan nasional yang berapliasi dengan IOC itu. Pekan lalu TribunOlahraga.com sempat memunculkan nama Ferry Kono sebagai Sekjen KOI.

Pria yang pernah menjadi Asisten Manajer Timnas Sepakbola U-23 SEA Games 2017 Kuala Lumpur, Malaysia ini memang dikenal orang kepercayaan RSO. Ferry diharapkan mampu menjadi jembatan bagi induk organisasi cabang olahraga anggota KOI untuk mengimplementasikan apa yang menjadi program KOI ke depan.

Informasi yang beredar di kawasan Senayan pun sudah memunculkan tiga nama sebagai pendamping Ferry Kono untuk menempati posisi Wakil Sekjen. Ada tiga nama yang bakal diplot menduduki kursi Wakil Sekjen yakni Harry Warga Negara, Wijaya dan Josepin.

Lalu siapa yang menempati posisi Bendahara dan Wakil Bendahara ? Posisi yang beruusuran dengan dana ini sudah hampir dipastikan akan ditempati oleh orang-orang kepercayaan RSO.

Berkaca dari kepengurusan KOI sebelumnya, posisi strategis dipegang oleh orang-orang kepercayaan Erick Thohir dari Mahaka Group. Begitu juga halnya dalam kepengurusan KOI kali ini di mana RSO akan melibatkan orang-orang terdekatnya dari Mahkota Promotion.

Terkesan ”Koncoisme” memang, namun kondisi itu tak bisa dihindari meski benturan kepentingan juga sulit dielakkan. ****

 

TINGGALKAN KOMENTAR