JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Pengurus Provinsi (Pengprov) Percasi DKI yang kolaborasi dengan Persatuan Catur Jakarta (Percaja) akan menggelar Turnamen Catur Jakarta Open 2019. Turnamen berhadiah total Rp.100 juta ini menurut rencana akan diselenggarakan di Grand Kemang Hotel Jakarta, 12-16 Nopember mendatang.

Ketua Panpel Hendry Djamal yang ditemui TribunOlahraga.com di sela-sela berlangsungnya JAPFA Rapid, Blizt & Blind Chess Tournamen di Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) Bekasi, Jabar, Minggu, (20/10) lalu menyebut Jakarta Open mempertandingkan kelompok umur, yunior hingga senior terbuka.

Selain itu, lanjut Hendry, dalam Jakarta Open 2019 ini juga digelar Dwi Tarung Internasional mempertemukan pecatur masa depan Indonesia Novendra Widiasmoro melawan pecatur Vietnam GM Nguyen Truong.

Dwi Tarung ini merupakan salah satu upaya memuluskan langkah Novendra memperoleh gelar Grand Master. Novendra tinggal butuh poin 5 menggenapi elorating 2200 sebagai persyaratan mencapai gelar GM.

Dalam Dwi Tarung tersebut berlangsung enam babak dan Novendra dituntut harus menang dengan skor 4-2.”Memang tak mudah bagi Novendra apalagi lawannya bukan pecatur sembarangan.Namun ini kesempatan emas bagi Novendra untuk mengejar impiannya meraih gelar GM,”kata Hendry.

Novendra Priasmoro, yang kini berusia 20 tahun merupakan pecatur muda masa depan Indonesia yang digadang-gadang melanjutkan prestasi seniornya GM Susanto Megaranto. Pada tahun 2019 lalu, Novendra berhasil menjuarai turnamen catur internasional Bangkok Open di Thailand.

Pada turnamen yang diikuti 196 pecatur dari 37 negara itu Novendra membukukan 8 poin tanpa pernah terkalahkan. Ia meraih 7 kemenangan dan dua kali remis.

Hasil yang diraih pecatur nomor dua nasional ini cukup spektakuler. Dalam perjalanan menjadi juara, ia antara lain mengalahkan unggulan pertama GM Hrant Melkumyan (rating 2669) dari Armenia. Ia juga menahan remis GM Nigel Short (2662).

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB.Percasi Kristianus Liem menyebut situasi yang menegangkan dihadapi Novendra pada akhir turnamen. Pada partai tekahir, atau kesembilan, pecatur dengan rating 2449 itu harus menghadapi pecatur legendaris asal Inggris, Nigel Short, yang pernah tiga kali juara di ajang ini.

Namun di situlah mental tanding Novendra dan diuji dan dia mampu melewati ujian itu dengan baik. Dalam turnamen Jakarta Open ini pun, Novendra mendapatkan kesempatan emas untuk meraih impiannya gelar Grand Master (GM).

Jika Novendra sukses meraih gelar GM maka dia menjadi pecatur putra ketujuh Indonesia yang mendapatkan gelar tersebut setelah GM Herman Suriadiredja (alm), GM Haji Ardiansyah (alm), GM Utut Adianto, GM Edhi Handoko (alm), GM Ruben Gunawan (alm) dan GM Susanto Megaranto.TOR-08

 

TINGGALKAN KOMENTAR