Menpora Zainudin Amali foto bersama Ketua Umum PB.PASI Bob Hasan dan sejumlah atlet pelatnas saat berkunjung ke pelatnas atletik SEA Games 2019 di Stadion Madya Senayan Jakarta, tampak pojok kiri mantan atlet marathon putri andalan Indonesia peraih medali emas SEA Games 1991 Manila, Filipina, Maria Lawalata. (Foto/OLII)
JAKARTA-(TribunOlahraga.com)
Menpora Zainudin Amali juga mendapatkan keluhan dari pelatnas atletik. Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), Bob Hasan, curhat tentang venue latihan.
Foto: Mercy Raya/detikSportFoto: Mercy Raya/detikSport

Amali meninjau pelatnas atletik di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jumat (25/10/2019) pukul 15.00 WIB, usai mengunjungi cabang panahan. Ketika tiba di Stadion Madya, Amali disambut oleh Lalu Muhammad Zohri dkk. Hadir pula Ketua Umum PB PASI, Bob Hasan, yang didampingi oleh Sekretaris Jenderal PASI Tigor Tanjung.

Dalam pertemuan antara atlet, pengurus, dan menpora itu. Bob menyampaikan langsung apa yang menjadi tantangan atletnya menuju SEA Games 2019. Terutama tempat latihan yang harus berbagi dengan cabor lain, terkhusus sepakbola.

“Ini stadion dibangun Bapak Sukarno untuk membangun olahraga. Tetapi, sekarang sudah menjadi Badan Layanan Umum (BLU) untuk mencari duit. Padahal, kami inginnya atletik bisa terus latihan di sini. Jangan ada apa-apa untuk mencari duit,” kata Bob dalam kesempatan itu.

Ya, selain digunakan sebagai salah satu tempat bertanding sepakbola, Stadion Madya juga pernah menjadi lokasi acara marching band bertajuk Indonesia Drum Corps Championship 2019. Acara tersebut berlangsung tiga hari mulai 3-6 Oktober. Alhasil, stadion menjadi kotor bahkan ditemukan kawat serta paku di lintasan.

“Mereka sewakan ya kami tidak bisa apa-apa. Yang kuasa kan Departemen Keuangan. Padahal, Bung Karno bangun ini (stadion) khusus olahraga, nyatanya jadi apa sekarang?” sesal Bob.

Bahkan tak jarang, kata Bob, atletnya harus pindah ke Stadion Pakansari, Bogor, sebab lintasan Rawamangun juga sudah rusak.TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR