Ketua Umum PB.PSTI Asnawi paling kiri mendampingi Presiden ASTAF Dato Abdul Halim Kadir saat bertemu Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman. (Foto/Fadil Rachman)

JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Pada Senin, (28/10/2019), Pengurus Besar Sepak Takraw Indonesia (PB.PSTI kedatangan tamu istimewa, Wakil Presiden International Sepak Takraw Federation (ISTAF) dan Presiden Asia Sepak Takraw Federation (ASTAF), Dato Abdul Halim Kadir.

Kedatangan Dato Halim ke Jakarta khususnya PB.PSTI membawa misi khusus ISTAF dan ASTAF dalam mendukung Indonesia menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Sepak Takraw Piala Presiden 2020.

Ketua Umum PB.PSTI Asnawi Abdul Rachman menyebut penunjukkan Indonesia menjadi tuan rumah kejuaraan Dunia Sepak Takraw Piala Presiden 2020 itu karena prestasi sepak takraw Indonesia yang dalam dua tahun terakhir ini mengalami lonjakan yang cukup besar.

Asnawi yang sesungguhnya bukan orang olahraga dan menjadi Ketua Umum PB.PSTI sejak 2017 lalu dinilai berhasil membawa sepak takraw Indonesia berprestasi ke tingkat dunia. Ada tiga prestasi besar dibukukkan PB.PSTI di bawah kepemimpinan Asnawi. Pertama sukses medali emas Asian Games 2018 Palembang, kedua dua medali emas Kejuaraan Asia 2019 di Kunming, Cina dan Asean School Games 2019 di mana sepak takraw sukese mendulang tiga medali emas.

Semua prestasi yang ditorehkan PB.PSTI itu membuat mata dunia internasional mulai melirik dan memandang Indonesia sebagai salah satu kekuatan sepak takraw dunia.”Kalau sebelumnya semua negara menempatkan Thailand sebagai  kiblat sepak takraw dunia karena prestasinya. Kini Indonesia  perlahan tapi pasti mulai memancing perhatian dunia internasional,”kata Asnawi.

Dalam membangun prestasi sepak takraw Indonesia ini seperti diakui Asnawi, tak lepas dari dukungan para pengurus provinsi (Pengprov) PSTI. Namun menurut Asnawi, semua prestasi itu membutuhkan pengorbanan bukan saja waktu, tenaga juga uang.

Menyadari bahwa dukungan dana dari pemerintah dalam hal ini Kemenpora tidak mencukupi, Asnawi tak segan-segan mengeluarkan uang pribadinya.”Ya saya harus mengeluarkan uang pribadi misalnya mendatangkan pelatih asing asal Thailand menangani tim pelatnas seperti menghadapi Asian Games 2018,”paparnya.

Presiden ASTAF Dato Abdul Halim Kadir pun mengakui hal itu. Ia menilai sosok Asnawi mampu menaikkan prestasi sepak takraw Indonesia yang belum pernah dilakukan oleh kepengurusan sebelumnya.

Thailand yang selama ini menjadi momok menakutkan bagi tim Indonesia, pada Kejuaraan Asia di Kunming, Cina sudah bisa dikalahkan oleh tim Merah Putih.”Saya kira ini kerja keras dan kesungguhan dari PB.PSTI pimpinan Pak Asnawi,”kata Halim.

Oleh karenanya, lanjut pria berkewarganegaraan Singapura itu, ASTAF dan ISTAF memberikan kepercayaan kepada Asnawi menjadi leader dalam mengembangkan olahraga sepak takraw ke tiga negara baru seperti Kazhakstan, Kirgistan dan Afganistan.

Asnawi akan membawa misi untuk mengembangkan olahraga sepak takraw ke tiga negara tersebut dalam rangka menggolkan sepak takraw masuk Olimpiade.”Ya Pak Asnawi bisa membawa para pelatih, wasit dan perangkat pertandingan terkait dengan pengembangan sepak takraw ke seluruh dunia,”tambah Halim. TOR-08

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR