Presiden ASTAF Dato Abdul Halim Kadir didamping Ketua Umum PB.PSTI Asnawi Abdul Rachman foto bersama Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman (Foto/Fadil Rachman)

JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Kedatangan Presiden Federasi Sepaktakraw Asia (ASTAFf), Dato Abdul Halim Kadir ke Indonesia ternyata membawa misi penting. Dia memberikan  misi khusus kepada Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI) Asnawi Abdul Rahman untuk menggelorakan perjuangan cabang olahraga dari Ranah Melayu itu bisa masuk olimpiade.Gambar mungkin berisi: 3 orang, termasuk Asnawi Abdul Rachman, orang tersenyum, orang berdiri dan dalam ruangan

Presiden ASTAF Dato Abdul Halim Kadir didampingi Ketua Umum PB.PSTI Asnawi Abdul Rachman dan Manajer Tim Sepak Takraw Singapura, Jeremi Abdul Basyir tengah memberikan keterangan pers terkiat penunjukkan Indonesia sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Sepak Takraw Piala Presiden 2020. (Foto/OLII)

“Saya membatalkan keberangkatan saya ke Luzon, Swiss untuk menghadiri pertemuan seluruh cabang olahraga dunia dan memilih datang ke Indonesia. Saya ingin Indonesia berperan dalam misi memasukkan sepak takraw ke olimpiade. Untuk itulah saya bertemu dengan Pak Asnawi,” kata Abdul Halim kepada para wartawan di Sekretariat PB PSTI, lantai 8 Gedung KONI Pusat, Senayan, Jakarta, Senin (28/10/2019).

Peran penting Indonesia dalam misi tersebut menurut Abdul Halim, menggaungkan sepak takraw ke seluruh dunia dengan menggelar kejuaraan-kejuaraan internasional di Jakarta maupun Palembang, Sumatera Selatan. Selain itu PSTI juga mendapat tugas untuk mengirimkan pelatih-pelatih andal sepak takraw ke berbagai negara muka baru anggota Istaf (Federasi Sepaktakraw Internasional). Khususnya pada negara Islam seperti Afganistan, Turki, dan Irak.Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang duduk dan dalam ruangan

Presiden ASTAF Dato Abdul Halim Kadir terlibat perbincangan dengan juara dunia bulutangkis 1983 Icuk Sugiarto di Icuk Sugiarto Tranning Camp (ISTC) Sukabumi, Jabar (Foto/Fadil Rachman)

“Misi kita menggolkan sepak takraw dipertandingkan di olimpiade merupakan tugas besar dan berat dari negara-negara Asia Tenggara dan Asia. Indonesia yang meraih sukses prestasi dan penyelanggaraan pada Asian Games 2018 lalu menjadi kekuatan kunci dalam misi ini,” ucap Abdul Halim yang juga Sekretaris Jenderal ISTAF itu.

Disebutkan, dengan menggelar kejuaraan dunia yang memperebutkan Piala Presiden maka PSTI bukan saja bisa menyebarkan sepaktakraw namun juga memperkenalkan Indonesia ke kancah internasional. Pasalnya, sepak takraw sudah diterima masuk chanel televisi olimpiade yang dikelola IOC (Komite Olimpiade Internasional). Jangkauan siaran tv ini luar biasa karena ditayangkan ke 200 negara dalam tujuh bahasa.

“Jadi kejuaraan ini amat penting. Kami sudah memberi kepercayaan kepada Indonesia melalui PB PSTI untuk melaksanakan kejuaraan dunia tahun depan. Dan sebagai penghargaan kami kepada Bapak Presiden Joko Widodo maka kejuaraan itu akan memperebutkan Piala Presiden,” ucap Halim yang didampingi Asnawi.

Diterimanya sepak takraw masuk chanel tv olimpiade merupakan langkah pertama menuju olimpiade. Selanjutnya Istaf perlu memperjuangkan sepak takraw diterima sebagai anggota IOC. Untuk menjadi anggota IOC maka dibutuhkan persyaratan harus memiliki angggota 50 negara yang tersebar di lima benua. Sedangkan untuk dipertandingkan di olimpiade minimal harus beranggotakan 75 negara.

“Kini ISTAF sudah memiliki 45 anggota. Kita akan segera memenuhi 50 negara dengan diterimanya Afganistan, Belgia, Haiti, Kirgistan dan Tajikistan sebagai anggota profesional. Permintaan juga datang dari Turki, Polandia, Rusia dan Irak,” tuturnya sambil menambahkan, dia optimistis sepak takraw akan masuk eksibisi di Olimpiade 2028, Paris, Prancis.

Sementara itu, Asnawi Abdul Rahman menyambut baik kepercayaan yang diberikan Astaf dan Istaf kepada PB PSTI. Pihaknya sudah mengambil langkah-langkah untuk menggelar kejuaraan dunia di Indonesia. Bahkan dia akan segera menghadap Menteri Pemuda Dan Olahraga Zainudin Amali untuk melaporkan rencana menggelar kejuaraan dunia memperebutkan Piala Presiden.

“Kita akan laporkan, Indonesia juga mendapat dukungan dari negara-negara Asia untuk menggelar kejuaraan dunia Piala Presiden. Setelah SEA Games Filipina, kami dari PB PSTI akan bertemu Menpora untuk mendapat restu dari Presiden Bapak Joko Widodo melaksanakan kejuaraan dunia itu,” kata Asnawi.

Dia menambahkan, sejak sukses merebut medali emas di Asian Games 2018, sepak takraw Indonesia dilirik beberapa negara sebagai tempat untuk berlatih. Dalam waktu dekat Singapura akan mengirimkan timnya berlatih di Icuk Sugiarto Tranning Camp (ISTC) Sukabumi, Jawa Barat, dalam rangka persiapan SEA Games Filipina. TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR