Jootje Mada, (Foto/ist)

MANADO-(TribunOlahraga.com)

Dunia olahraga nasional khususnya tinju kembali dirundung duka mendalam. Pelatih tinju kawasan asal Sulut, Jootje Mada tutup usia pada Selasa, (29/10) pagi di Kota Manado, Sulut.Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang duduk

Ibadah malam penghiburan almarhum Jootje Mada di Manado, Sulut (Foto/ist)

Jootje yang dikenal pelatih bertangan dingin dengan melahirkan beberapa petinju nasional diantaranya Ilham Lahia, Adrianus Taroreh (almarhum) dan Franki Mamuaya itu meninggal dalam usia 69 tahun 4 bulan  setelah sempat dirawat di rumah sakit Malalayang.

Almarhum Jootje Mada yang pernah menjadi Lurah di Manado itu mengawali karir pelatih di sasana tinju Panther Manado. Dari sasana inilah banyak lahir petinju hebat bukan saja mampu berprestasi di tingkat nasional juga internasional.

Pada era 1980-an, prestasi tinju Sulut berjaya di tingkat nasional. Bahkan pada beberapa kali SEA Games dan Piala Presiden, timnas selalu didominasi petinju asal Sulut. Pada Piala Presiden tahun 1990 di Jakarta, Jootje Mada menjadi salah satu pelatih dan ketika itu Indonesia sukses merebut 5 medali emas, dua diantaranya disumbangkan petinju binaan Jootje Mada yakni Adrianus Taroreh dan Ilham Lahia.

Pada PON 2016 lalu di Jabar, Jootje Mada sempat menjadi pelatih tim Jabar.Jenazah almarhum Jootje Mada kini disemayamkan di rumah duka di Kelurahan Bahu Lingkungan II Manado, Sulut.

TINGGALKAN KOMENTAR