Oleh: August Ferry Raturandang

Keinginan agar Olahraga sebagai pemersatu Bangsa dan juga Olahraga salah satu instrumen mengangkat kehormatan bangsa tentunya membutuhkan dukungan dari semua stakeholder olahraga nasional.

Karena ada momen penting yang lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumadangkan dan ketika atlet Indonesia menjadi juara di even dunia  dan Olimpiade. Oleh karena itu, banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dibenahi oleh Menpora baru, Zainudin Amali. Pembenahannya pun mulai dari internal Kemenpora itu sendiri dan kemudian bergerak ke eksternal.

Pembenahan eksternal paling utama tentu dari tingkat cabang olahraga (cabor) karena di sanalah pembinaan, pengembangan olahraga itu dilakukan. Ada tiga kategori olahraga yang berada di bawah naungan Kemenpora yakni olahraga rekreasi, masyarakat dan olahraga prestasi.

Saya mencoba mengupas dari sisi olahraga prestasi karena memang saya kebetulan sudah lebih dari 20 tahun berkecimpung dalam pembinaan dan pengembangan olahraga prestasi khususnya tenis usia dini.

Terkait dengan itu semua, salah satu tugas PB/PP cabor juga perlu dievaluasi. Menerima laporan dari PP/PB juga perlu perhatian khusus. Karena ada kesan selama ini PP/PB memanfaatkan dana Pelatnas, atau mendompleng dana Pelatnas. Boleh dikatakan setiap tahun selalu ada pelatnas multi event. Mulai dari SEA Games ( 2 tahun sekali), Asian Games (4 tahun sekali), Olimpiade (4 tahun sekali. Belum lagi Asian Beach Games (ABG) dan lain-lain.

Sudah waktunya dipilah pilah mana tanggung jawab PP/PB cabor dan mana tanggung jawab Pemerintah. Yang pasti infra structure tanggung jawab Pemerintah.

Coba dicek apakah Cabor memiliki program kerja atau bagaimana pola pembinaannya. Sebaiknya setiap PP/PB paparkan program pembinaannya. Adakah program pengembangan olahraga , bagaimana program pembinaan junior. Jangan sampai yang ada program Pelatnas saja.Bayangkan andaikan cabor tidak memiliki kejurnas.

Salah satu tugas PP/PB mengirim atlet-atletnya ke Kejuaraan Dunia Junior ataupun single event lainnya. Bukannya ditimpakan ke Pemerintah Kenapa cabor tidak dirangsang buat kejuaraan internasional di dalam negeri, nanti Kemenpora hanya dukungan 10-30 % saja. Biarkan PP/PB berusaha sendiri agar tujuan menjadi sport is business bisa terealisir.

Andaikan Kejuaraan Dunia Senior baru didukung asalkan masuk dalam program pelatnas.Usahakan agar setiap cabor bisa berdikari. Ingat sport is business sudah lama dikenal negara maju. Kapan bisa sport Indonesia bisa maju kalau hanya minta minta dana Pemerintah.

Semua orang mau jadi Ketua Umum PP/PB tapi tidak mampu mencari dana. Intinya setiap Ketua Umum PP/PB harus manpu mencari dana sehingga semua program bisa dijalankan tanpa harus berharap kucuran dana dari pemerintah. Penulis  adalah pembina, penggerak olahraga akar rumput, tenis remaja)

TINGGALKAN KOMENTAR