Steven Setiabudi Musa, setia mendampingi pegulat DKI yang tengah berjuang mendapatkan tiket PON 2020 Papua (Foto/OLII)

JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Di tengah ketatnya persaingan di Kejurnas/Pra-PON 2020, pencapaian tim gulat DKI yang hingga hari kedua, Minggu, (3/11) sudah meloloskan tiga atletnya ke PON 2020 Papua tentu harus disambut dengan penuh rasa syukur. Pasalnya perjuangan untuk mendapatkan tiket ke PON 2020 itu tak mudah.

Demikian dikatakan Ketua Pengprov PGSI DKI Steven Setiabudi Musa menanggapi hasil sementara tim gulat DKI di Kejurnas/Pra-PON yang berlangsung di GOR Otista, Jakarta Timur itu.Hasil gambar untuk foto Andika Selamat gulat DKI

Menurut politisi PDI-P yang juga anggota DPRD DKI itu, persaingan di Kejurnas/Pra-PON 2020 Papua ini sungguh ketat.”Jadi PGSI DKI pun tak terlalu membebani atlet dengan target tinggi, bagi kami yang penting lolos dulu ke PON,”tambah mantan wartawan olahraga ini.

Steven yang juga Ketua Panpel Kejurnas/Pra-PON gulat ini lebih jauh mengatakan, dalam sisa dua hari pertandingan ini dirinya masih berharap ada atlet DKI yang menyusul tiga rekannya lolos PON.

Seperti diketahui tiga pegulat DKI yang sudah lolos ke PON 2020 Papua adalah Andika Sulaiman (Grego 77), Nur Rusli (Grego 130kg) dan Rudiansyah (Grego 87kg). Pada hari pertama, Sabtu, (3/11), Andika Sulaiman bukan hanya sekedar lolos PON juga menjadi juara di kelasnya.

Prestasi Andika Suleman belakangan ini memang sedang menanjak, pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) 2019, September lalu anak Tanjung Priok Jakarta Utara ini juga merebut medali emas.

Andika pun tampaknya menjadi andalan DKI merebut medali emas di PON 2020 Papua. Namun Steven Setiabudi Musa mengingatkan Andika dan para atlet gulat DKI lainnya yang sudah lolos PON agar tetap menjaga semangat berlatih.

”Ingat pertarungan sesungguhnya di PON 2020 Papua, apa yang kalian capai sekarang ini baru merupakan bagian dari proses pematangan menuju PON,”tuturnya.

Oleh karenanya, kata Steven, pihaknya akan mengirim tim gulat DKI yang sudah lolos PON 2020 berlatih tanding di luar negeri. Rencananya ke Korsel atau Vietnam.

Pelatih tim gulat DKI Antoni Timbul Romulo juga mengatakan hal yang sama. Pencapaian yang telah diukir para pegulat DKI di Kejurnas/Pra-PON ini baru merupakan tahapan awal.  Ia berharap, puncak penampilan para atletnya akan terjadi di laga sesungguhnya, PON 2020 Papua.

”Benar apa yang dikatakan Pak Steven bahwa kami memang telah memprogramkan atlet gulat DKI latih tanding ke luar negeri. Hanya saja hendaknya program berlatih di luar negeri mencari calon lawan yang memiliki kemampuan minimal sama atau setingkat di atas pegulat DKI Jakarta,”paparnya.

Menurut dia, jiika berlatih di Korea ada kekhawatiran malah menurunkan mental bertanding, lantaran lawan ujicoba jauh di atas kemampuan pegulat DKI Jakarta. Hal itu malah menjadi bumerang bagi kita.

Antoni Timbul Romulo kemudian mengusulkan program berlatih di luar negeri bisa diarahkan ke negara Vietnam.

“Pegulat Vietnam memiliki kemampuan yang seimbang atau setingkat di atas pegulat kita, itu bisa dijadikan patokan. Karena berlatih di luar negeri itu tidak saja mengasah kemampuan pegulat kita, tapi juga menaikan mental bertanding pegulat DKI Jakarta,” jelasnya.TOR-08

 

TINGGALKAN KOMENTAR