JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Tercatat 410 karateka dari 30 Provinsi tampil dalam Kejurnas sekaligus ajang Pra-PON 2019 yang berlangsung 4-6 Nopember di Hall Basket Senayan Jakarta. membuuru tiket PON 2020 Papua.

Para karateka ini tak hanya mengejar juara juga memburu tiket PON  2020 Papua, PB.Forki sendiri telah menetapkan kuota setiap kelas hanya diisi 8 atlet untuk berlaga di PON 2020. Oleh karenanya dalam perwasitan pun, Forki menurunkan wasit berkualitas.

Dewan Penasehat Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB Forki) Siti Nurbaya dalam sambutannya sebelum membuka Kejurnas ini mengingatkan agar wasit benar-benar memimpin pertandingan dengan landasan sportifitas.

”Karateka yang tampil di Kejurnas ini sudah pasti ingin tampil di PON karena PON itu adalah titik kulminasi pembinaan atlet dalam kurun waktu empat tahunan. Jadi saya harap wasit tidak boleh ada keberpihakan untuk kepentingan tertentu sementara atlet dirugikan,”kata Siti Nurbaya.

Siti mengatakan, bahwa hasil kejurnas dapat membawa perolehan positif bagi para atlet jelang PON 2020 yang akan berlangsung di Papua.

“Selain menghadirkan tontonan kompetisi yang berkualitas, bagi atlet, bisa menjadi insan yang membanggakan. Tunjukkan penampilan terbaik dalam membela panji daerah masing-masing,” ujar Siti dalam pembukaan di Jakarta, Selasa (5/11/2019) yang didampingi Sekjen PB Forki Raja Sapta Ervian.

Wanita yang juga menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI ini berpesan agar semua pihak berlaku adil dan sportif, baik atlet dan wasit yang mengatur jalannya pertandingan.

“Saya pesan, agar peran wasit harus berdasar pada netralitas dan tidak berpihak pada kontingen daerah atau kepentingan tertentu yang berpotensi merugikan atlet. Untuk atlet tunjukkan diri anda sebagai karateka sejati, tangkas, dan berjiwa besar,” ucap Siti, politisi asal Nasdem ini.

Untuk penilaian, PB Forki akan memakai peraturan pertandingan yang telah ditetapkan PB Forki dan Federasi Karate Dunia (WKF). Seperti komite misalnya, akan menggunakan pranata “double knock down”, sementara nomor kata akan memakai pranata pertandingan Kata WKF 2019.

Dalam kejurnas ini dipertandingkan 15 kelas, yaitu kata putra dan putri, baik perorangan dan beregu, serta enam kelas kumite putra -55kg, -60kg, -67kg, -75kg, -84kg, dan +84kg, dan lima kelas kumite putri, yaitu -50kg, -55kg, -61kg, -68kg, dan +68kg.

Turut hadir dalam pembukaan Kejurnas ini adalah Wakil Ketua Umum 1 KONI Pusat, Suwarno, Ketua Umum KONI DKI Djamhuron Wibowo, sesepuh Forki GA Pesik. TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR