Steven Setiabudi Musa (Foto/ist)

JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Kejurnas sekaligus babak kualifikasi PON 2019 yang berlangsung 2-5 Nopember di GOR Otista Jakarta Timur berakhir dengan sukses. Tercatat 24 Pengprov PGSI mengirim atlet-atlet terbaiknya karena even ini untuk memburu tiket PON 2020 Papua.Hasil gambar untuk foto Andika suleman rebut emas kejurnas/Pra-PON

Selama empat hari penyelenggaraan boleh dikatakan nyaris tak ada insiden yang berpotensi merugikan kepentingan atlet. Sejak awal Panpel Kejurnas/Pra-PON 2019 ini sudah mewanti-wanti agar menjaga marwah olahraga yakni sportifitas di atas segala-galanya.

Ketua Panpel Kejurnas/Pra-PON gulat 2019, Steven Setiabudi Musa mengaku lega karena pelaksanaan even ini berlangsung lancar, aman dan semua peserta dari daerah merasa nyaman serta mendapatkan pelayanan memuaskan.

Namun Steven yang juga Ketua Pengprov PGSI DKI ini tak menepuk dada. Menurutnya sukses penyelenggaraan Kejurnas/Pra-PON gulat 2019 ini berkat kerja keras dan komitmen dari semua pihak.Hasil gambar untuk foto Andika suleman rebut emas kejurnas/Pra-PON

Steven Setiabudi Musa rela berdiri di pinggir lapangan memantau jalannya pertandingan (Foto/ist)

”Ini bukan sukses pribadi tetapi semua yang terlibat dalam kepanitian punya komitmen bersama untuk mensukseskan even ini. Selain itu komitmen para peserta juga tak bisa diabaikan. Permintaan Sekjen PB.PGSI saat membuka Kejurnas/Pra-PON 2019 ini bahwa jangan sampai peristiwa memalukan di PON 2016 Jabar terulang kembali ternyata disadari betul oleh para peserta daerah,”kata politisi PDI-P yang juga anggota DPRD DKI itu.

Karena dalam Kejurnas/Pra-PON ini, lanjut Steven, tak hanya mengejar gelar juara atau merebut medali. Ada esensi penting yang menjadi landasan utama yakni persahabatan yang dibingkai dengan sportifitas.

Steven pun menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada panpel, perangkat perdandingan seperti wasit dan para ofisial dari daerah. Ia berharap situasi seperti ini berlangsung terus menerus dalam even apa pun di gulat.

Terkait hasil yang dicapai tim gulat DKI, Steven menyebut sudah maksimal dan patut disyukuri. Tuan rumah DKI hanya mampu merebut 1 medali emas 1 perak dan 1 perunggu yang berarti hanya meloloskan 3 atlet ke PON 2020 Papua.

”Memang target awal kami meloloskan 7 atlet atau minimal 5, namun saya tetap mensyukuri pencapian ini. Hasil ini tentu menuntut PGSI DKI bekerja keras melakukan pembinaan lebih intens lagi ke depan,”demikian Steven Setiabudi Musa, pria berdarah Kawanua (Sanger Talaud/Sulut) yang juga mantan wartawan olahraga di Harian Umum Sore Suara Pembaruan) ini. TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR