JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Pada Minggu, (10/11) besok, merupakan Hari Pahlawan Nasional, momen ini tak disia-siakan oleh Maria Lawalata. Mantan pelari marathon nasional ini tak hanya menggelar menggelar lomba lari penuh warna sejarah pada Hari Pahlawan. Bertajuk “Piala Kemenpora RI Run 5 K”.Gambar mungkin berisi: dalam ruangan

Medali emas bersejarah dan perlengkapan seperti sepatu yang digunakan Maria Lawalata saat bertanding di nomor lari marathon SEA Games 1991 Manila, Filipina serta seragam kontingen Merah Putih yang dikenakannya akan diserahkan Maria Lawalata ke Museum Olahraga Indonesia, (Foto/OLII)

Ibu dua anak dari buah perkawinannya dengan seorang mantan pelari marathon juga Sunyoto ini akan menyerahkan medali emas bersejarah sepanjang karirinya sebagai atlet marathon ke Museum Olahraga Indonesia.

Medali emas bersejarah yang akan diserahkan Maria itu adalah medali emas yang direbutnya di SEA Games XVI 1991 Manila, Filipina. Medali emas Maria Lawalata itu bernilai sejarah karena menjadi penentu kontingen Indonesia mempertahankan gelar juara umum SEA Games 28 tahun silam tersebut.

Menurut rencana Menpora DR Zainudin Amali akan menerima langsung medali emas bersejarah itu untuk kemudian diteruskan kepada pengelola Museum Olahraga Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur.

Penyerahan medali emas bersejarah itu akan dilakukan seusai lomba lari 5 K yang mengambil start dan finis di halaman Kemenpora Jalan Gerbang Pemuda Senayan Jakarta. Lomba lari 5 K berhadiah total Rp.80 juta plus sepeda motor ini ditargetkan akan melibatkan sekitar 2000 peserta.

“Saya berharap masyarakat mendukung acara ini dengan beramai-ramai ikut serta selain untuk memperebutkan hadiah lomba dan doorprize juga untuk memberikan dukungan semangat bagi para atlet Indonesia yang akan berjuang pada SEA Games 2019 di Filipina, Desember mendatang. Soalnya saya akan menyerahkan medali emas dan perlengkapan yang saya pakai saat mencatat sejarah di SEA Games Filipina 1991 untuk disimpan di Museum Olahraga Indonesia,” kata Maria dalam jumpa pers resmi dengan para wartawan, Jumat (4/10/2019) lalu di Lapangan Banteng Jakarta Pusat.

Didampingi Promotor Lomba Fransiska Langelo dan Feren Agnes Belia sebagai Event Organizer,  Maria menjelaskan, dalam acara itu juga akan diadakan lomba yel-yel dukungan untuk kontingen Indonesia ke SEA Games Filipina. Dia berharap acara itu akan diikuti 2.000 peserta. Sampai saat ini sudah ada 500 peserta yang mendaftar.

Pendaftaran peserta yang dibuka sejak 4 Oktober itu dan ditutup 7 November melalui www.pialakemenpora.com telah menjaring sekitar 2000-an peserta . Biaya pendaftaran pun dari Rp 150.000 untuk periode tiga minggu awal sejak pendaftaran dimulai hingga itu naik menjadi Rp 200.000..Gelar Run 5 K Berhadiah Rp 80 Juta Plus Motor, Maria Lawalata Akan Serahkan Medali Emas Bersejarah SEA Games

Sementara itu Fransiska menjelaskan, lomba akan mengambil rute di kawasan Gelora Bung Karno. Dia mengungkapkan, para peserta selain berlomba juga bisa memperingati Hari Pahlawan. Semangat para pahlawan diharapkan menambah semangat peserta dalam berlomba.

“Kami akan berusaha menyelenggarakan lomba ini sebaik-baiknya dan semeriah mungkin. Karena itu kami juga menyediakan doorprize dengan hadiah utama motor selain hadiah uang untuk pemenang lomba,” tutur Feren menambahkan.

Dalam bagian lain, Maria berharap para atlet nasional ikut berlomba karena  panitia membuka kategori pelari nasional dengan memperebutkan juara 1, 2 dan 3. Sedangkan
kategori komunitas yang terbagi dalam dua kelompok umur di atas dan di bawah 40 tahun dengan pemenang sampai urutan 10.

Tahun lalu Maria sukses menggelar Piala Menpora untuk Turnamen Sepak Bola Big Starts U-16 pada Mei lalu menjelang Asian Games 2018.  Tahun ini dia memilih atletik karena ingin mendukung program Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI). Diharapkan dari sini akan lahir bibit-bibit atlet atletik nasional untuk andalan Indonesia di masa depan.

“Acara ini selain mendapat dukungan dari Kemenpora juga didukung Ketua Umum PB PASI Pak Bob Hasan. Nanti beliau saya harapkan hadir bersama Sesmenpora Pak Gator Dewo Broto dan Deputi III Pak (Raden) Isnanta,” katanya.

Kehadiran mereka akan menambah semangat dukungan untuk Kontingen Indonesia yang akan berlaga di SEA Games Filipina. “Lomba lari 5 km ini unhtuk memberi semangat dan dukungan bagi atlet-atlet, terutama atletik yang akan bertanding di SEA Games 2019,” ucap Maria.

Menyebut Filipina, Maria teringat pada pengalamannya saat tampil pada SEA Games di negara itu tahun 1991. Dia yang turun di lari marathon sebenarnya tidak diunggulkan meraih emas karena hanya untuk mendukung andalan Merah Putih kala itu Suryati. Namun dengan semangat juang tinggi dia mampu merebut emas.

Medali persembahan Maria itu menyelamatkan Kontingen Indonesia untuk menjadi juara umum di hari-hari akhir setelah bersaing ketat dengan tuan rumah dalam pereburuan medali. Semangat dan perjuangan bersejarah itulah yang ingin digelorakan dan ditularkan kepada para yuniornya yang akan berjuang di Filipina nanti.

“Dengan semangat itu pula maka saya menyerahkan medali emas dan peralatan yang saya pakai saat itu ke museum olahraga yang dikelola Kementrian Pemuda Dan Olahraga (Kemenpora),” katanya.

Wanita berusia 50 tahun itu telah mencatat sejarah 28 tahun lalu. Kini dia ingin menularkan sejarah itu kepada anak-anak bangsa dengan karya lain berupa lomba lari 5 Km memperebutkan Piala Menpora. Lomba yang penuh warna sejarah. TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR