JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Turnamen Catur Internasional Jakarta Open 2019 yang berlangsung 12-16 Nopember di Hotel Grand Kemang Jakarta membawa misi ganda. Misi pertama adalah memberikan kesempatan kepada pecatur-pecatur lokal untuk meningkatkan kualitas permainanya. Mesi Kedua adalah membantu upaya pecatur muda masa depan Indonesia MI Novendra Priasmoro mendapatkan gelar Grand Master (GM).Gambar mungkin berisi: 9 orang, orang tersenyum, orang berdiri, sepatu dan dalam ruangan

Khusus untuk Novendra akan melakoni partai dwitarung melawan pecatur Vietnam, Ngoyen Anh Dung selama enam babak. Dalam dwitarung ini Novendra dituntut harus menang mnimal dengan skor 4-2 untuk memperoleh gelar GM.

Jika gagal memetik kemenangan dengan skor 4-2 itu maka Novendra akan kehilangan poin 20. Sekarang ini elorating Novendra baru mencapai 2495 dan ia tinggal membutuhkan 5 poin lagi untuk meraih gelar GM. Persyaratan untuk meraih gelar GM minimal elorating 2.500.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB.Percasi) GM Utut Adianto pun berharap Novendra bisa memanfaatkan even ini untuk mendapatkan gelar GM.”Ini kesempaata besar bagi Novendra karena selain bermain di kandang sendiri juga lawan yang dihadapi relatif berimbang,”kata Utut yang ddampingi Ketua Umum Pengprov Percasi DKI, Ricardo ini.Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang tersenyum, orang berdiri

Menurut Utut, langkah Pengprov Percasi DKI menggelar Jakarta Open dan dwitarung internasional antara Novendra melawan Nguyen Anh Dung ini merupakan sebuah terobosan besar. Artinya Percasi DKI telah mengejahwantahkan program pembinaan Percasi pusat yang selalu mendorong peningkatan prestasi pecatur muda.

Turnamen Catur Jakarta Open 2019 yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Olahraga DKI, Akhmad Firdaus ini diikuti 240 pecatur dari 26 Provinsi. Total hadiah uang pembinaan yang diperebutkan Rp.300 juta.

Akhmad Firdaus dalam sambutannya mengatakan Jakarta sebagai barometer pembinaan olahraga prestasi tentu  harus berada di garda terdepan.”Percasi DKI harus menjadi peioner dalam mendorong lahirnya prestasi bukan hanya di level nasional juga internasional,”ujar pria yang selalu berpantun dalam setiap kesempatan itu.

Sementara itu Rikardo menambahkan bahwa kehadiran peserta dari luar Jakarta tentu membuktikan bahwa Jakarta Open ini memiliki kualitas. Ia menilai, selain jumlah hadiah uang pembinaannya cukup signifikan, para peserta daerha luar Jakarta tertantang untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

”Tadi sudah disebut olah Pak Kadisorda DKI, Akhmad Firdaus bahwa Percasi DKI harus berada di garda terdepan untuk melahirkan pecatur berprestasi. Dan Percasi DKI memang selalu idem dito dengan apa yang menjadi program utama PB.Percasi, mengutakan pembinaan pecatur muda sebagai bagian dari regenerasi,”kata mantan anggota DPRD DKI dari partai PDI-P ini.

Percasi DKI seperti dikatakan Rikardo, sengaja membatasi peserta turnamen dengan rangking maksimal 2220. Dengan begitu, ajang Jakarta open kali ini akan memberi kesempatan bagi pecatur yang memiliki rating rendah, khususnya para junior. Selain itu,  Percasi Pengprov DKI Jakarta mewajibkan calon peserta untuk memiliki lisensi dari Federasi Catur Internasional (FIDE).

“Persyaratan yang ada supaya turnamen ini lebih berkelas dengan hasil turnamen yang jelas, yaitu peningkatan rating atlet,” ujarnya.

Jakarta Terbuka kali ini akan mempertandingkan tiga nomor lomba, yaitu Classic, Rapid, dan Blitz untuk peserta umum. TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR