BADUNG-(TribunOlahraga.com)

Beberapa orang tua dan atlet taekwondo Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Badung, Bali
tahun 2015, 2017 dan 2019 akhirnya bersama-sama mendatangi KONI
Badung, Rabu (27/11/2019).

Kedatangan mereka bermaksud bertemu dengan Ketua Umum KONI Badung, Made Nariana guna mempertanyakan dana training centre (TC) Porprov bagi atlet-atlet cabor TI Badung.
Sayangnya, rombongan orang tua atlet dan atlet hanya bisa diterima staff KONI
Badung, Anak Agung Rawat, lantaran Ketua dan pengurus KONI Badung lainnya tidak
berada ditempat.

Dalam pertemuan itu, para orang tua atlet dan anak-anaknya bertanding untuk TI Badung tidak pernah diberikan dana TC oleh Pengkab TI Badung. Padahal kabarnya dari cabang olahraga (cabor) lain, KONI Badung memberikan dana TC kepada setiap atlet sebesar Rp 1,8 juta selama 3 bulan pada tahun 2015 dan 2017.

Sedangkan pada Porprov tahun 2019 di Tabanan beberapa waktu lalu, dana TC sebesar 2 juta selama 3 bulan pun belum diterima AA. Rawat yang mewakili KONI Badung membernarkan jika KONI Badung sudah mengucurkan dana tersebut ke TI Badung melalui Ketua Pengkabnya Tjhin Johannes.

Guna menyikapi persoalan itu, pria yang akrab disapa Gung Rawat itu hanya bisa menampung masukan ini dan akan disampaikan kepada Ketua KONI Badung untuk disikapi.

Menurut salah satu orang tua atlet, Leo Suprobo yang merupakan orang tua dari atlet Theresia Melati yang mempersembahkan emas bagi Badung pada Porprov 2019 lalu, mengaku jika kedatangannya bersama orang tua dan atlet lainnya memang untuk mempertanyakan soal dana Try Out yang terkesan tidak transparan.

Sedangkan Andre Roring orang tua dari atlet Argya Virangga menguatkan pernyataan Leo Suprobo, jika pengelolaan dana di Pengkab Badung yang tidak transparan inilah yang memicu terjadinya Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (Muskablub) pada Juli lalu.

Dan akhirnya muncul kecurigaan dan dugaan terbukti bahwa ada indikasi penyelewengan atas dana TC yang seharusnya menjadi hak atlet. Di lain pihak, Sabem Boyke Simanjuntak, pemilik dojang Sportif Badung yang mendampingi para orang tua atlet dan atlet ini meminta agar KONI Badung menyikapi hal tersebut secepatnya.

“Semua ini mengingat adanya dugaan dan indikasi telah terjadi penyelewengan atas dana TC itu. Bayangkan saja Rp 6 juta dikalikan 24 atlet adalah Rp.144 juta. Indikasi penyelewengan dana ini telah terjadi dalam 3 kali Porprov yang diikuti oleh cabor taekwondo Indonesia,” ungkap Boyke Simanjuntak, Kamis (27/11/2019).

Apalagi diakuinya, dugaan dan indikasi itu ber potensi penyelewengan dana sebesar Rp, 432 juta, yang nota bene dana tersebut berasal dari dana APBD pemerintah kabupaten (Pemkab) Badung melalui KONI Badung.

“Dengan demikian maka dugaan dan indikasi penyelewengannya ini dapat
dianggap melanggar UU No 20 tahun 2001 pasal 8 tentang tindak pidana korupsi. Kami tidak tahu apakah para orang tua dan para atlet ini akan membawa masalah ini ke ranah hukum atau tidak, karena sebagai warga negara mereka berhak untuk turut serta memerangi korupsi.” tukasnya.(Yan Daulaka/TOR-10)

TINGGALKAN KOMENTAR