JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Tim nasional (timnas) Indonesia U-22 harus ‘bertekuk lutut’  kepada Vietnam 1-2 di laga lanjutan grup B , di Stadion Rizal Memorial Manila, Filipina, Minggu (1/12).

Kekalahan ini menjadikan Indonesia gagal merebut pucuk pimpinan klasemen grup B. Justru Vietnam kian kokoh memuncaki grup B dengan nilai sempurna sembilan. Sedang Indonesia turun ke  posisi ketiga dengan nilai sampai dari Thailand yang di pertandingan lainnya mengalahkan Singapura 3-0.

Sadil Ramdani cs mengawali laga dengan terus mendapatkan gempuran dari Vietnam.  Meski di menit-menit awal terlihat kedua tim masih sama-sama berhati-hati, tapi Vietnam lebih dominan dalam penguasaan bola.

Namun di menit ke-22 diawali  sebuah umpan Asnawi Mangkualam dari sayap kanan yang gagal diantisipasi dengan sempurna kiper  Vietnam Bui Tien Dung, bola menyentuh mistar gawang sebelum mental menjadi liar yang berhasil  disundul Sani Rizki Fauzi  untuk menjadi gol. Indonesia pun unggul 1-0.

Usai gol  Rizki, pasukan Vietnam langsung bangkit dengan melancarkan serangan balik yang membahayakan. Namun bersyukur, sepakan Nguyen Tienh Linh dari tepi kotak penalti masih melebar tipis dari gawang Indonesia yang dikawal kiper Nadeo Argawinata.

Hingga wasit meniup peluit panjang tanda babak pertama usai,  keunggulan 1-0 Indonesia  tetap tak berubah.

Memasuki babak kedua, jalannya laga tetap didominasi pemain Vietnam. Serangan demi serangan terus mengalir mengurung pertahanan Garuda Muda. Beruntung, tampil apiknya kiper Nadeo Argawinata mampu  menghindar terciptanya gol ke gawang Indonesia.

Di lain pihak, semangat pantang menyerah juga ditampilkan pemain Vietnam yang diasuh pelatih asal Korea. Mereka tanpa henti terus mengurung pertahanan skuat Merah Putih. Pemain Vietnam bahkan mengurung Indonesia dengan bermain setengah lapangan.

Akibat terus mendapatkan gempuran, pada menit ke-63 gawang Indonesia akhirnya bobol juga. Berawal dari tendangan penjuru di sisi kanan gawang Indonesia, bola berhasil disergap  dengan sundulan Thang Mihn untuk memperdaya Nadeo Argawinata. Kedudukan pun menjadi  berimbang  1-1.

Usai gol penyeimbang itu, pelatih Indonesia Indra Sjafrie, mencoba memasukan play maker Egi Maulana Vikri dengan maksud agar Garuda Muda lebih hidup dalam menyerang. Memang terlihat Egi sempat sedikit menghidupkan serangan Indonesia, tapi karena masuk pada agak terlambat menjadikan Vietnam yang sudah di atas angin susah dibendung.

Klimaksnya pada injurytime kembali gawang Indonesia harus kebobolan. Kali ini gol diciptakan Hoang Duc melalui tendangan keras kaki kiri mengarang ke pojok kanan gawang Indonesia. Meski kiper Indonesia Nadeo Argawinata melompat untuk berusaha menepis bola, tapi deras dan kerasnya tendangan Hoang Duc mengakibatkan gawang Indonesia kembali harus kebobolan. Indonesia pun menjadi ketingalan 1-2.

Gol Hoang Duc itu sekaligus menjadi akhir dari perlawanan Garuda Muda. Kekalahan ini menjadikan Indonesia harus kerja ektra keras lagi jika ingin lolos ke semifinal. Indonesia memang menghadapi lawan relatif lebih ringan pada dua laga tersisa melawan Brunei dan Laos. Agi Maulana dkk harus mencatat kemenangan menghadapi dua lawan terakhir di grup B ini guna menjaga asa lolos ke semifinal. TOR-06

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR